TUGAS INDIVIDU
DENTAL RADIOLOGI
EWING’S SARCOMA

OLEH :
RIFEMI GUSYANTI
04081004032
PEMBIMBING :
DRG.SHANTY CHAIRANI

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

PEMBAHASAN
Ewing’s Sarcoma
Sarkoma Ewing adalah putaran yang sangat mematikan sel sarcoma yang pertama kali dideskripsikan oleh James Ewing pada tahun 1921 dibawah endothelioma berdifusi jangka waktu tulang. Penyebabnya tidak diketahui, sel asal nya pun tidak pasti, dan bahkan multipotentially ekspresi antigen controversial. Sarcoma Ewing merupakan tumor pediatric yang berfungsi sebagai prototype untuk kelas tumor dan biasanya terjadi translokasi pada gen (11;22) (Q24 ; Q12).1
I. DEFINISI
Ewing’s sarcoma adalah tumor yang tidak dapat ditentukan asalnya secara histology.2 Tumor dari tulang panjang dan jarang terjadi pada rahang. Lesi muncul pada bagian medulla dari tulang dan menyebar ke endosteal kemudian pada permukaan periosteal.
Ewing’s sarcoma adalah keganasan terutama yang mempengaruhi jaringan tulang yang umumnya didiagnosis pada remaja dan dewasa muda.3
Ewing’s sarcoma adalah suatu “round cell” primitif yang ganas pada tulang. Merupakan bagian dari kelompok PNET pada tumor dan sebagian terjadi translokasi kromosom (11;12).4
Ewing’s sarcoma adalah keganasan tulang berasal dari jaringan ikat mesenkim dari sumsum. Itu adalah keganasan primer, jarang dari rahang.5

II. PREDILEKSI
Predileksi dari Ewing’s sarcoma adalah terjadi pada ramus mandibula. Pada suatu kasus yang dilaporkan mengenai Ewing’s sarcoma yang terjadi di mandibula pada pasien yang berumur 4 tahun, dalam pemeriksaan klinis yang dilakukan terdapat massa yang luas dengan diameter 5 cm yang diamati di sisi kiri mandibula. Pada pemeriksaan radiografi berupa radiolusen. Lesi dengan batas yang tidak jelas, dan luas kerusakan tulang vestibular yang luas. Pada mikroskopik, tumor disusun oleh “round cell” yang monoton yang ditunjukkan immunoreactivity untuk CD 99, vimentin, dan pancytokeratin. 3

III. GEJALA KLINIS
Gejala dari Ewing’s sarcoma yang terjadi dapat ditemukan adanya pembengkakan, rasa sakit, kehilangan gigi, paresthesia, exophthalmos, ptosis, epistaxis, ulceration, gigi yang bergeser, trismus, dan sinusitis.2
Pada Ewing’s sarcoma yang biasanya terjadi di rahang bawah itu merupakan tumor yang sangat cepat tumbuh secara invasive dengan metastasis dini. Awalnya ada rasa sakit sebentar-sebentar di absesnya yang dapat diraba, kemudian menjadi rasa sakit terus-menerus, terkait dengan pertumbuhan cepat pada tumor dan pembesaran tulang.5

IV. GAMBARAN RADIOGRAFIS
Ewing’s sarcoma sering muncul pada usia 5 sampai 30 tahun. Pada pria kebanyakan dua kali lebih besar terjadi dibandingkan pada wanita. Lokasi yang terjadi pada Ewing’ sarcoma ini kebanyakan kejadiannya pada mandibula lebih besar dua kali dibandingkan pada maksila. Ditemukan juga dibagian posterior dari rahang yang terlibat, dan juga umumnya berkembang diantara ruangan tulang belakang lalu ke cortical plane.2
Ewing’s sarcoma memiliki gambaran radiolusen dengan sedikit demarkasi dan tidak ada kortikasi. Menciptakan batas yang kasar dari penghancuran tulang. Lesi ini memberikan gambaran yang padat dan bisa mengakibatkan fraktur patologis. Dan bisa berbentuk bulat atau ovoid.2

V. CONTOH FOTO

Gambaran radiografi dan analisis pencitraan tomografi dari kasus.3
A. Panoramic radiograf menunjukkan sebuah radiolusen osteolitik dan radiopak lesi dengan batas tidak jelas, yang melibatkan mandibula kiri
B. CT scan yang menunjukkan luas osteolitik lesi berhubungan dengan benih gigi mengambang didalamnya
C. 3-D CT scan lesi mandibula yang membuktikan pola tidak teratur invasi tumor.

Gambaran radiografis Ewing’s sarcoma pada anak laki-laki usia 4 tahun pada ramus mandibula.6
Pada temuan radiografik di rahang tampilan paling karakteristik adalah suatu “motheaten”,radiolusensi merusak tulang meduler dan erosi dari korteks dengan ekspansi. Variabel reaksi bawang periosteal juga mungkin terlihat.

VI. DAFTAR PUSTAKA
1. http://www.quintpub.com/userhome/qi/qi_40_2_Gupta_6.pdf diakses tanggal 21 Februari 2011
2. White, Pharoah. 2004. Oral Radiology Principles and Interpretation Fifth Edition. Missouri : Mosby, 473
3. http://www.scielo.br/pdf/bdj/v21n1/a12v21n1.pdf diakses tanggal 21 Februari 2011
4. Joseph A. Regezi, James J. Sciubba, Richard C.K. Jordan. 2008. Oral Pathology Clinical Pathologic Correlations Fifth Edition. Missouri : Saunders, An Imprint of Elsevier, 993-994
5. Goaz, Paul W, Stuart C. White. 1987. Oral Radiology Principles and Interpretation. USA: The C.V. Mosby Company, 579-580
6. Regezi, Sciubba, Jordan. 2003. Oral Pathology Clinical Pathologic Correlations. Missouri : Saunders, An Imprint of Elsevier Science, 330.

Advertisements