Dentistry make’s me to be a person that patiently
Suatu pilihan yang pertama kali dipilih dengan usaha dan kerja keras, dengan air mata ketika memohon padanya untuk dapat diberikan kemudahan dalam mewujudkan impian agar dapat masuk slah satu jurusan yang akan mencetak seorang tenaga medis yang bergerak dalam bidang gigi dan mulut.
Setelah lulus, air mata pun kembali mengalir, kembali membasahi pipi seorang ayah dan ibu, serta segenap seluruh keluarga, dan tidak luput berbinar-binarnya mata seorang pejuang untuk lulus di jurusan ini.
Kembali, air mata jatuh ketika doa selamat untuk keberhasilan sang pejuang dalam meraih impian,dan cita-cita kecil sang pejuang mengiringi langkah nya untuk dapat memulai kehidupan baru dalam dunia pendidikan yang akan ditempuh dan akan menjadi seorang yang mandiri dalam menjalani dunia perkuliahan.
Air mata tidak pernah habis sepertinya,, dia jatuh lagi ketika hari itu tiba. Hari dimana sang pejuang harus meninggalkan segala hal yang indah yang ada didalam rumahnya, jauh dari hiruk pikuk bercandaan orang-orang tersayang. Jauh dari segala fasilitas yang lengkap layaknya kamar sang pejuang yang selalu berisikan fasilitas yang mendukung.
Lagi, lagi.. air mata kembali jatuh melihat situasi dan kondisi yang akan dijalani sang pejuang untuk mampu bertahan dan berjuang dalam belajar mencapai cita-cita. Satu hal yang berani diambil dalam hidup sang pejuang. Jauh dari orang tua, jauh dari saudara, dan jauh dari hal yang ia senangi di daerah nya. Daerah kelahirannya,, jauh dari sahabat-sahabat, teman, dan suasana selama 17 tahun yang selalu full dia hadapi di kota nya itu.
Masih,, air mata kembali jatuh. Air mata perpisahan dari orang tua tercinta, dari segala hal yang sangat sulit dipercaya bahwa sang pejuang harus sendiri disini. Berhadapan dengan segala macam orang, dan bermacam tabiat.
Air mata kembali deras membasahi pipi sang pejuang, dan membuat kedua matanya menjadi layaknya bola pingpong dengan ukuran yang membesar. Dengan keadaan jauh dari kedua orang tua yang mengakibatkan “home sick” yang menjadi-jadi diawal perjuangan menjadikan bendungan air mata tak tertahankan.
Kembali, air mata jatuh dan jatuh seketika masuk dalam dunia kedokteran gigi yang menjadikan dirinya mengeluarkan kalimat “bahwa tak sanggup dalam menerima keadaan seperti ini, bahkan diawal perjuangan dimulai telah banyak mengeluarkan air mata”.. masih, dengan air mata pula ada seseorang yang meyakini bahwa sang pejuang mampu..mampu..
Air mata kembali turun dari puncak tertingginya.. dia jatuh dalam keadaan sang pejuang menemukan suatu kesulitan yang teramat sangat. Menjadikan dirinya harus layak seperti seorang penjaga malam. Mengerjakan suatu hal yang membuat nyawa dapat bertukar dengan suatu hal yang bernama “praktikum”. Deadline praktikum dimana menuntut suatu skill yang menjadikan seorang dokter gigi layaknya seorang seniman.
Menuntut kesempurnaan sangatlah tidak salah.. bahkan dianjurkan, melainkan suatu proses belajar hal yang salah bukankah itu lebih wajar dan lebih tidak salah??
Usaha, dan doa.. mungkin sangat tidak mempan bila hanya itu saja. Ibarat ketika perang bila hanya menggunakan pistol dengan 2 jenis saja layaknya tidak cukup untuk berperang, melainkan butuh meriam, bom, bahkan nuklir sekalipun itu diperlukan.
Seperti itulah kedokteran gigi. Selain usaha, doa.. ada yang namanya sedekah, cari tahu mana yang salah, perbaiki kesalahan, mencoba lagi, lagi, lagi, lagi, lagi. Bersabar, tawakal, tahajud, serta memohon ampun pada yang Maha Pengampun.
Tidak adakata “berhenti, putus asa, stop, atau the end”..!! dalam dunia kedokteran gigi banyak yang dapat menjadi pelajaran. Bukan hanya nilai kecerdasan dalam menjawab ujian, terampil dalam mengerjakan praktikum, luwes dalam berorganisasi, dan baik dalam menghadapi dosen. Bukan itu saja.. tapi kalau inginbelajar sabar, kerja keras, nikmat nya syukur, dan membuat mata bengkak, mari saya sarankan selami kedokteran gigi…
Kedokteran gigi yang membuat seseorang menjadi orang yang sabar, kerja keras, tak pernah putus asa, kuat, dan tahan banting.. ya seperti itulah yang saya alami di kedokteran gigi,,
Menjadikan tugas praktikum ibaratkan suatu barang yang berharga,.. seakan lebih baik kehilangan duit Rp.100.000 dari pada melihat tugas praktikum lecet, hancur, jatuh atau lebih parah lagi sampai hilang.
Itu lah kedokteran gigi… dentistry make’s me to be a person that patiently..
Dentistry is my life.. 

Advertisements