18 juli 2011
23:38 wib
Pantaskan diri ini terlebih dahulu
Menginginkan sesuatu yang baik tidaklah salah, memimpikan suatu yang indah tidaklah sulit dan mengharapkan “dia” sebagai pilihan hati tidaklah dosa.
Akan tetapi, ingat suatu janji yang telah terlampirkan di kitab suci Alqur’an yang kesucian dan kebenarannya tidak bisa lagi diganggu gugat. Bahwa seorang wanita yang buruk untuk pria yang buruk, dan wanita yang baik untuk pria yang baik.
Kembali melihat diri sendiri. Berkaca, bila perlu buat sekeliling kamar itu dilekatkan kaca sebanyak-banyaknya sehingga diri ini sadar bahwa banyak sisi –sisi yang terlihat tidak baik untuk nya.
Memang, dirinya belum tentu baik, tapi bukankah berpegang pada janji Allah swt yang mengatakan bahwa wanita baik hanya untuk laki-laki baik. Bila “dia” seorang yang baik, maka ketika kita menjadi baik, niscaya “dia” lah sebagai pilihan hati kita yang baik.. aamiin ya robbal allamiin..
Sekilas mungkin hal ini sudah biasa dan terlihat mudah. Tetapi, ketika menjalankan hal – hal yang menjadi baik itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, mengedipkan mata, dan mengetik tulisan ini.
Setidaknya ada salah satu twiit yang membuat saya sadar, “jomblo mestinya happy. Diberi waktu oleh-Nya untuk memantaskan diri. Right ? ” itulah sepenggal twiit dari “ipphoright=ippho santosa”.
Yah, dari twiit itu saya mengambil kesimpulan untuk bersikap realistis dalam menanggapi hal yang namanya perasaan, ketika mengharapkan “dia” sebagai pilihan hati yang mungkin berharap dan berkeinginan untuk menjadi yang halal baginya, maka pantaskan lah diri ini terlebih dahulu. Dan itu semua karena Allah swt, karena ketika diri ini telah pantas dihadapan Allah swt, niscaya diri ini pun pantas untuknya bila “dia” adalah seorang yang baik dan juga pantas dihadapan allah swt.. aamiin ya robb..
Belajarlah untuk menjadi baik, mengharapkan yang baik, melakukan suatu hal yang baik, dan jadilah yang terbaik serta terus mencari Ridho allah swt.. aamiin.. 