Menghargai tidaklah harus selalu melihat siapa orang yang pantas untuk dihargai, dan menghargai tidaklah harus melihat derajat mereka dimata kita. Seakan dunia kejam bagi orang yang berada di bawah bila hukum saling menghargai memiliki persyaratan seperti itu.
Saling menghargai antar satu sama lain memang terdengar seakan sepele, tapi tahukan bahwa sikap yang satu ini mampu mengubah suatu kondisi yang buruk menjadi baik, dan sebaliknya yang baik mampu menjadi buruk bahkan lebih buruk. Saling menghargai bukan hanya berlaku antar sesama relasi, bahkan dari lingkungan kecil pun. Suami Istri pun harus saling menghargai agar tidak terjadi percekcokan dalam rumah tangga, karena banyak kejadian yang beralasan “tidak adanya saling menghargai antar suami istri” sehingga perpisahan pun seakan lumrah terjadi. Bukan hanya itu, saling menghargai juga harus ada antara kakak dan adik. Seorang adik seringkali dianngap bahwa dia hanya lah seorang yang lebih muda dari seorang kakak dan masih berpikiran jauh dari seorang kakak, apalagi di dukung dengan jarak yang jauh dari seorang kakak. Tapi, tahukah bahwa saling menghargai itu tidak melihat umur, ada kalanya dimana seorang adik jauh lebih dewasa dari seorang kakak, bahkan jarak yang jauh dari seorang kakak. Saling menghargai layaknya saling mencintai. Ketika kita saling mencintai seseorang itu berarti bahwa kita saling menerima dan memberi cinta pada pasangan kita, begitu juga ketika kita belajar untuk saling menghargai. Kita akan menerima dan memberi rasa saling menghargai satu sama lain.
Belajar lah dari hal kecil untuk saling menghargai kepada siapapun tanpa terkecuali.. Ya, tanpa terkecuali..
Karena dengan kita saling menghargai, secara tidak langsung kita belajar bagaimana kita ingin dihargai dan bagaimana kita mampu menghargai orang dengan sepantasnya sesuai keinginan orang tersebut.
🙂