Mama dan Papa dua orang malaikat hidup yang nyata, yang dapat disentuh, yang dapat dilihat dan juga dapat pula ku cium baik aroma dan fisiknya.
Mama dan Papa sama-sama memiliki tempat yang pasti khusus dalam hati ku, dan ruang itu pun juga pasti tidak akan dapat diganti oleh siapapun dimuka bumi ini.
Mama dan Papa sama-sama memiliki satu visi dan satu misi membesarkan dan mendidik ku. Dengan menjadikan ku sebagai seorang manusia yang bukan hanya sebagai anak,tapi juga mampu menjadi orang yang berguna dan bermanfaat bagi orang sekitar. Dan mereka juga sama-sama memberikan bongkahan cinta yang tidak akan pernah luntur atau pun rapuh untuk ku.
Mama dan Papa sama-sama memiliki berjuta perhatian yang tidak akan pernah dapat aku cari gantinya dengan siapapun. Memiliki detektor ketika aku berada jauh dengan mereka.

Tapi, yang namanya hidup di bumi, bila ada persamaan sudah pasti akan ada perbedaan.
Bedanya mama dan papa ku adalah…
Mama wanita dan Papa pria,, *ya iyalah, nenek-nenek juga tau kali..hehe*
Tadi sudah ku katakan bahwa mama dan papa sama-sama memiliki detektor yang kapan saja dapat memberi tanda bila aku mengalami benturan dan kesulitan disini, dan apapun itu.
Tapi, detektor mama lebih peka dan lebih cepat mendapat signal bila aku terjadi apa-apa di negeri orang ini. Papa juga memiliki detektor yang sama tapi kepekaan nya tidak secepat kepekaan mama. Itu dasar dari bedanya mama dan papa.
Mama, memiliki kalimat yang sangat memuat ku mampu untuk sedetik secara langsung untuk tenang ketika ku mendapat masalah disini. kalimat itu berisi dengan cinta dan ketulusan yang mama punya, bahkan aku tak dapat melihat wajah mama sekalipun suara dan raut mukanya telah terbayang dan kurasa mama telah berada didepan mata ku. Hati mama yang berbicara, hati mama yang menangis mampu pula aku rasa dengan begitu cepat. Iya, itu namanya kontak batin.
Mama memiliki beribu bahkan bermilyar senjata ampuh untuk memberikan ku ketenangan disaat aku gundah, memiliki bermilyaran cinta untuk membuat ku bahagia, memiliki bertriliunan waktu dan totalitas untuk semua kehidupan ku.

Papa, memiliki begitu banyak hal nyata yang tegas dan tidak mampu aku tolak. Ketegasannya yang sangat tidak pernah aku lihat diperkataan mama itu terdapat jelas dan nyata di papa ku. Papa yang dengan telak mengatakan “Papa, ngak suka lihat anak nangis” atau ” Papa itu ngedidik kamu biar kamu jadi orang yang bisa bermanfaat diluar sana, hidup bermasyarakat, bertanggung jawab”. Dan lebih tegas lagi dengan mengatakan bila suatu kondisi dimana aku berada dalam keterzaliman seseorang, papa akan melontarkan “kamu jadi anak jangan pengecut nak!! kalo kamu bener kenapa harus takut”.. iya, ketegasan papa yang memang tidak pernah aku lihaat dengan mama, membuat semua itu perbedaan yang sangat nyata. Papa memiliki cinta yang tak kalah besar dari mama, papa sanggup untuk menangis didepan ku dan memeluk ku ketika aku mampu memepersembahkan suatu kelulusan SPMB yang aku dapati 4 tahun yang lalu. Papa yang selalu meminta imbalan dari ku untuk menciumnya layaknya aku diperlakukan seperti anak kecil berumur 5 tahun.
Perbedaan itu jelas ku lihat antara mama dan papa.

Mama menyadari bahwa anaknya lambat laun telah menjadi dewasa, menjadi seorang gadis yang memeliki pemikiran dan juga wawasan yang harus jauh lebih baik darinya dan harus lebih pintar darinya. Tapi tidak dengan papa. Papa membuat ku merasa seperti anak yang masih dibawah 17 tahun. Terutama bila berada didekatnya, Papa tidak akan pernah mengatakan “Iya” bila aku pergi sendirian keluar rumah tanpa diantar olehnya, apalagi mendengar aku naik angkutan umum. Papa akan mengatakan “jam berapa perginya? tunggu papa pulang aja perginya, ntar dianter.” Iya, itulah papa.. papa memiliki sifat perlinduungan yang sangat berlebihan pada ku terutama dengan anak perempuannya. Meskipun aku mampu mengendarai kendaraan sekalipun, izin darinya begitu mahal ku rasa..
Tapi, entah mengapa aku selalu suka dengan sikon seperti itu.

Mama yang dengan tingkat kesabaran tingkat dewa, kelembutan bahasa, limpahan kasih sayang dan cinta, serta waktu dan totalita untuk ku selama 24 jam mampu mama tunjukkan paada ku sampai kapan aku butuh dan air mata ikhlas bercampur doa yang selalu ku butuhkan.Aku butuh mama selamanya..
Papa yang dengan ketegasan dan keprotektifannya, dengan motivasi dan semangat yang membara yang ditransfer pada ku, serta keringat, tenaga dan kerja kerasnya yang tidak pernah diperlihatkannya pada ku membuat air mata ku selalu mengenang deras melihat begitu sayang nya dia pada ku. Papa yang bukan hanya selalu mengucurkan dana pada ku tetapi juga mengucurkan doa, cinta, perhatian, dan 3 modal dari pengalamannya “Hidup adalah tanggung jawab, Hidup adalah bagaimana kita bermanfaat orang lain, dan Hidup adalah Prinsip” dengan selalu mengatakan pada ku dan ketiga kakak ku sedari kecil “Di dunia ini tidak ada yang tidak bisa kita lakukan selagi kita mau usaha, yang ada hanya lah sulit. Sulit bukan berarti kita tidak mampu”!!

Bedanya mama dan papaku jelas terlihat, tapi itulah nikmatnya perbedaan. Allah swt membuat mama dan papa menyatu sebagai suami dan istri, sebagai ayah dan ibu bagi anaknya. Papa yang di berikan allah swt logika yang kuat, tanggung jawab yang tinggi, menanamkan rasa humor dalam kehidupan agar kehidupan mampu dapat dinikmati oleh kita sebagai manusia dan amanat untuk menjadi imam membuat papa mendidik ku untuk mampu menjadi anak yang berprinsip,bertanggung jawab, dan beragama. Mama yang dianugerahi cinta yang begitu besar, kasih yang begitu luas, doa yang begitu mujarab, pengorbanan yang tidak akan pernah dapat diganti dan kesabaran bercampur keikhlasan yang begitu menjulang tinggi membuat aku tumbuh menjadi gadis yang penuh cinta, yang begitu perasa, dan menjadi anak yang tidak mampu mengendalikan rasa rindu pada mama yang teramat dalam.
Mama, dan Papa adalah malaikat penjaga ku. Kedua manusia yang memiliki tugas masing-masing.
Papa yang mematikan lampu kamar ku, Mama yang menyelimutiku. Papa yang mengangkat ku sampai aku terbaring diatas tempat tidur ketika aku tertidur diruang TV, mama yang melepaskan kacamataku dan merapikan seluruh diktat ku ketika aku belajar sampai tertidur. Papa yang selalu mengatakan jangan menangis dengan tegas dan Mama yang selalu menenangkan ku dengan air mata dan doa nya. Papa yang tegas dengan diiiringi Mama yang lembut, Perpaduan sempurna bagi kehidupan ku. Sungguh!!

allah swt, terima kasih ya rabbi, mengirimkan ku pada 2 sosok manusia yang berbeda tapi memberikan ku begitu banyak hal yang sama.. terima kasih. Jaga mereka ya allah.. Sungguh aku mencintainya..
Ma, Pa.. Love you.. :*

Advertisements