Sabar bukan berarti diam dan tidak melawan, sabar juga bukan berarti menyerahkan semua dengan keadaan dan berdiam sehingga waktu yang akan berjalan tanpa tahu apa yang akan terjadi. Sabar juga bukan berarti hanya menyerahkan pada nasib dan kita sebagai objek hanya menyerahkan dan berpasrah padda Sang Maha Kuasa dengan putus asa.
Sabar itu memikirkan bagaimana caranya melewati masalah dengan menyelesaikannya secara baik dan tidak dengan cara yang kotor dan salah. Sabar itu bagaimanakreatifitas dan ide yang baru bermunculan seiring dengan berjalannya waktu dan usaha yang keras dengan diiringi doa kepada Rabbi untuk terus mendapat ridho nya dalam mencapai hal yang kita harapkan.

Teringat kepada sosok salah satu orang yang saya follow di twitter yang mengungkapkan “kalo ada masalah, kalo lagi didalam tekanan, kalo lagi dikejar target tinggi yang sulit tercapai, SELAMAT hidup kita ngak sia-sia (=seru)”. ya itulah salah satu twiit yang dia tuliskan di akun pribadinya. Setuju sekali dengan hal seperti itu. Dan hari ini saya bener-bener mengalami hal yang FULL DAY, HECTIC DAY BUT NOT LOVELY DAY yang selalu saya harapkan untuk terjadi disetiap hari-hari saya..

Hari ini berawal dari pagi yang membuat saya bangun telat untuk sholat shubuh, yang seharusnya saya harus bangun jam 04.00 pagi tapi saya terbangun sekitar jam 05.55 dimana shubuh saya berasa sangat sedikit dan sempit waktunya.. Astaghfirullah,, maafin vemi ya robb.. Okeh, karena hari ini saya akan mengikuti ujian lisan Bedah Mulut jam 08.30 saya mempersiapkan diri sebelum jam tersebut dengan jam 08.00 saya sudah harus siap dan caw ke kampus. Dan alhamdulillah target tercapai, dan pastinya sebelum pergi menuju kampus, Dhuha menjadi sunnah bagi kuyang harus kulakukan untuk membuat ku merasa lebih nyaman dan merasakan bahwa ridho allah swt sangat dekat bagi ku di hari ini setelah Dhuha kulakukan. Dan tidak lupa saya panjatkan doa untuk hari ini “agar hari ini diberkahi ridho allah swt dan dipermudahkan segala urusan yang kujalani, dan tidak lupa pula kupanjatkan doa untuk kedua orang tua ku agar kedua orang tua ku diberkahi hari ini dengan rezeki, kesehatan, dan kelancaran seperti bagaimana yang kuharapkan juga untuk diriku. dan doa terakhir adalah agar aku dimudahkan untuk menjawab ujian BM lisan yang akan aku laksanakan..aamiin”

Okeh, dan saya akan menjalani hari ini dengan bismillah dan berharap hari ini akan berjalan sesuai rencana. Tapi itu dia, kita memang bisa berencana tapi Allah swt yang menentukannya. Bagitu juga dengan hari ku. Hari yang kujalani dengan kekampus dan tepilih menjadi urutan kedua dalam ujian lisan BM dan benar saja, pada saat pertanyaan diajukan ada beberapa pertanyaan yang tidak mampu aku jawab karena grogi, blank, cemas, dan jawaban itu lupa.. Oh.. sungguh rasanya menyesak dihati dengan hasil yang kudapat. dan hal itu aku lewati dengan sedikit penyesalan karena aku sadar usaha yang kulakukan tidak semaksimal temen-temen yang lain yang lebih dari ku, dan aku harus menyadari bahwa aku harus lebih belajar giat dan keras lagi. Kemudian aku melanjutkan diriku untuk bertemu dengan dosen pembimbing 1 skripsi ku. menunggu sekitar 15 menit dan akhirnya aku bertemu, dan benar sekali byukan skripsi namanya bila tidak ada revisi dan coret sana sini dari pensi sang dosen dengan begitu bertebaran tanda tanya di Bab 1 dan Bab 2 ku.. Sedih, karena aku berharap minimal skripsi hari ini mampu untuk mengobati kesesakan karena ujian lisan tersebut. Dan aku kembali mengejar dan berpacu dengan waktu untuk bertemu dengan dosen pembimbing jurnal reading ku dikampus, dan yang benar saja, belum 5 menit aku menginjakkan kaki dikampus, aku diberitahu oleh temanku bahwa revisi perbaikan sidang treatment planning yang aku jalani sekitar 2 minggu lebih yang lalu hilang oleh petugas TU yang tidak ebrtanggung jawab dan tidak amanat sama sekali untuk diberikan kepada dosen penguji ku, padahal dosen penguji ku sendiri yang mengatakan untuk diberikan kepada orang tersebut. Dan aku baru mengetahuinya hari ini sementara revisi sidang treatment planning ku telah kuberikan 2 minggu yang lalu. Sungguh, darah ku telah sampai diubun-ubun dan mesti aku kubur dalam-daalam dengan kekecewaan yang amat besar karena aku tidak suka dengan orang yang tidak mengamanatkan sesuatu.
Kemudian, aku mesti pulang untuk mencetak kembali revisi ku agar aku bisa memberikannnya hari ini kepada penguji ku sehingga dia bisa membaca nya dan memberiku nilai dari hasil sidang yang ku jalani. Aku kembali mencetak hasil kerja ku, tapi memang ujian kembali datang padaku pada pertengahan aku mencetak revisi sidang tersebut tinta printer ku habis dan terpaksa aku harus mencari akal bagaimana hasil itu dapat tercetak hari ini juga. aku mencoba untuk menelpon beberapa teman ku yang berada dekat dengan kostan ku, tapi ternyata semua nya berada diluar kostan. Oke! satu-satunya cara aku harus mencari warnet yang melayani pencetakan data. Aku kembali berpacu dnegan waktu dan mencari warnet terdekat, kemudian aku harus berkejaran dengan waktu kembali untuk mencari dosen penguji ku dikampus, yang ternyata dosen penguji ku telah siap untuk pergi dan berada diatas motornya. Tapi apa, ketika aku menemuinya dosen penguji ku marah dan membentak ku dengan nada yang sangat kecewa kepadaku, dia berkata “Kamu ya!1 udah lama sidang tapi reivsi dari sidang kamu tidak diberikan ke saya”, aku yang terdiam dan berusaha untuk membela diri berkata “maav dok, tapi revisi vemi sudah vemi titipkan dengan ******* tapi ternyata hilang dok, dan vemi baru tau hari ini dok “, “Ya udah, besok kamu temui saya untuk menclearkan masalah ini”, “Baik dok..”,aku berjalan dengan kaki yang lemas, air mata yang telah berlinang dipelupuk mkata ku sehingga tidak tertahan dan akhirnya jatuh. Sungguh, pada saat itu aku berharap ada didekat mama dan dipeluk oleh mama dengan mentrasnferkan seluruh tenaga dan kasih sayangnya kepadaku secara langsung saat itu juga. Tapi apa daya,aku tak bisa. Dan aku berlanjut untuk tetap tegar dan berdiri sekuat tenaga ku, aku akan menunggu dosen pembimbing jurnal reading ku untuk membicarakan bagaimana dan hal apa yang harus kupersiapkan untuk sidang jurnal reading tanggal 12 april mendatang.

Dan aku lebih memilih menunggu di ruangan perpustakaan sambil menulis yang ada didalam otak ku, dan akan kutuangkan dalam akun tumblr ku dan blog ku ini. Semua terasa berat bagi ku untuk hari ini, menjalani setengah hari yang begitu penuh tekanan. Ujian Lisan yang tidak terlalu berhasil karena disebabkan grogi dan tingkat cemas ku, skripsi yang harus ku revisi dari bab 1 dan bab 2, tugas revisi sidang ku yang hilang, dan waktu yang berjalan sambil menunggu dosen pembimbing jurding ku. Akhirnya aku menemui dosen ;jurding ku dan dia berka ta besok aku harus menemuinya untuk dapat mendiskusikan pembahasan jurnal ku dengan mempersiapkan power point dari jurnal ku. Dan hari ini kuhabiskan dengan penuh tekanan.

Ya, sabar kata kunci dari hari ini. Menangis pun telah kulakukan untuk memberiku kekuatan. Dan aku harus kuat, aku [pun juga harus sabar, yang bukan berarti aku hanya diam dan pasrah tanpa mengubah hal yang kudapatkan menjadi lebih baik. Bismillah….

Be patient vem!! Dont’ be sad, Allah swt is with us!! 🙂

Advertisements