Mengumpulkan banyak hal untuk diinget sebagai lanjutan dari tulisan part 2 GMC ku ini beenr-bener bingung waktu yang tepat untuk nulisnya. Niatnya, bagian ke dua ini ingin aku ceritakan bagaimana cerita awalnya kebentuk GMC yang ngak nyangka bakal belanjut sampai detik ini, kalo untuk ditanya kapan tanggal terbentuknya si GMC jawabannya ngak akan ada satupun yang bisa dijawab karena GMC sendiri itu kayak bebas gitu. Bebas mau siapa aja yang pengen gabung selagi diantarakami satu sama lain nyaman dan saling berbagi. Kalo dinget pertama kali GMC itu bisa masukin semua orang yang deket dengan tiap anggota lainnya..hhehe,, (Geje banget sebenarnya)..

Nah, aku coba untuk memutar kembali memori yang ada dalam otak ku saat ini dengan didukung situasi dan kondisi yang nyaman banget. Situasi lagi dirumah bareng keluarga dengan kondisi cuaca yang mendukung yang lagi hujan rintik2 disore hari.. GMCato gelang merah comunity ini sekilas kalo dilihat dari artinya pasti lah udah tau, komunitas gelang merah, padahal kalo dimaknai itu gelang merah ada yang gak dipakek, ada yang dipakek tapi udah belel/rusak/udh hilang dan ada juga yang masih disimpen ngak dipakek (aku salah satu oknumnya), kenapa gak dipakek karena banyak banget alasannya, salah satunya karena aku satu-satunya anggota yang beda jurusan dengan anak2 gmc lain, jadinya ngak enak aja gitu dilihat ama temen2 satu kampus ku karena emang ada riwayat yang ngak baik gitu antara anak KG dan PDU.. hoho (biasalah)..

Okeh,mulanya kami gak berminat untuk ngasih nama untuk pertemanan rombongan 12 orang ini, kenapa? karena terkesan aneh aja buat nyari nama ama buat ngasih nama secara udah kuliah tapi ntah kenapa dan seiring berjalannya waktu hal itu pun ada. Sebenarnya GMC hanyalah sebuah nama, bagi kami satu sama lain kebersamaan dan kepedulian lah yang dibutuhkan, dimana background dari mahasiswa yang jauh dari orang tua dan berharap dengan berkumpul sesama teman kesepian dan kerinduan pada orang tua dan keluarga dapat terobati dan membuat kebersamaan ini membentuk keluarga kedua kami di kota ini.Kota untuk mengejar impian menjadi seorang dokter umum dan dokter gigi. Awalnya cerita ini dimulai dengan dua orang gadis dari satu kota yang sama “Jambi” ya aku dan zelfi berasal dari satu kota yang sama meskipun pada akhirnya zelfi pindah dari kota Jambi. Aku dan zelfi memilih satu universitas dengan 2 jurusan yang berbeda akan tetapi dalam satu fakultas, yaitu Fakultas kedokteran, dengan dia mengambil jurusan pendidikan kedokteran umum, dan aku kedokteran gigi. Meskipun berbeda jurusan tapi kami memilih untuk tetap bersama dalam hal kostan. Kami 1 kostan dengan mencari kostan yang banyak diisi dengan anak kesehatan, meskipun tidak seluruhnya minimal dengan mayoritas anak kesehatan membuat kami slebih merasa aman dan survive.
Aku dan zelfi memilih kamar kost yang lengkap didalamnya ada kamar mandi, dapur,meja belajar, dan ruangan tidur serta lemari baju tentunya. Kami memilih kamar no 13. Ya , pertama memilih no itu serasa sensasi horor juga tapi kami mampu membuktikan no 13 tidak selamanya dianggap horor dan sial seperti yang dipikirkan orang lain. Aku dan zelfi mampu membuktikan no 13 memberikan begitu banyak kenangan yang tidak mampu aku lupakan bahkan untuk aku tuliskan saja begitu banyak hal kenangan itu. Aku dan zelfi membuat kamar 13 menjadi kamar yang selalu ramai dengan berkujungnya tiap hari teman2 ku dan teman2 zelfi yang memang banyak satu jurusan dengannya dari pada satu jurusan dengan ku. Maka dari itu alasan kenapa di GMC aku sendiri anak KG karena teman2 KG ku tidak sampai 5 orang dalam wilayah kostan ku, dan juga karena anak PDU lebih sering intensitasnya berkumpul dikamar 13 selain belajar dengan zelfi juga bermain dengan ku. Kamar 13 saksi nyata dimana semua kebersamaan, kebahagiaan, dan keceriaan tertumpah ruah dikamar itu. Tiap momen seakan kenangan yang sulit aku lupa,yang mampu aku ingat detail dari tiap hal yang terjadi dikamar 13.

Mengenal satu sama lain tiap anggota gmc membuat ku merasa senang, tiap hari memiliki kenalan baru, baik itu laki-laki maupun perempuan, dan selama berkenalan semuanya berlaku ramah dan terkadang diluar pikiran ku. ya, kcanda tawa mengalir dikamar 13, seakan tidak ada celah yang mampu kami tutupi pada saat itu. Semua nya, ya semuanya. Dari kami curhat sampai malam, belajar bareng yang berujung gosip, dari menemani ku sakit sampai jam 2 malam, bukan hanya itu, sampai menjadi tempat bermain layaknya bocah-bocah, menjadi tempat tangisan meledak dikamar itu, menjadi tempat dimana kita “Ngejus” bareng, menjadi tempat rapat, menjadi tempat nonton bareng meskipun kami ngak punya tv dan dvd, minimal modal Laptop membuat kami menyatu untuk nonton serial drama korea, box offic, harry potter, dan beraneka video yang dimiliki setiap anggota. Bahkan tidak jarang penjaga kostan sering melalang bauana mengelilingi kostan 2 lantai itu, untuk mengecek siapa saja yang masih “ON”..hhha,, ya kostan 2 lantai dimana lantai 1 adalah kostan laki-laki, dan lantai 2 kostan wanita. Dengan begitu seringnya rutinitas malam yang dimulai dari habis maghrib kamar 13 seakan kamar yang selalu penuh dengan tumpukan sandal anak2 yang hanya sekedar ngumpul, becanda, mengisi kekosongan, menceritakan kegiatan kampus seharian ini yang dijalani. Ya itulah GMC.

Kamar 13 juga memberikan banyak cerita lucu, norak, crazy, bloon dan masih banyak lagi. Semuanya yang kami hadapi dan kehidupan yang kami jalani seakan tidak terasa di kostan yang bernama “Pondok Indah Mahasiswa” yang memang menjadi tempat indah bagi kami, khususnya aku.
Pondok indah yang memberikan keceriaan dimana kegundahan melanda karena penyakit mahasiswa “home sick” terutama aku. Aku adalah anggota dari GMC yang selalu punya masalah dengan manajemen hati dan rindu. Rindu yang selalu melanda pada keluarga ku membuat ku sering sekali menangis pada malam hari dan tentunya akan ada oknum2 dari gmc yang akan menghibur ku, dengan sikap ku seperti inilah tak menyangkal bahwa aku adalah anggota gmc yang sering manja dengan mereka, dan tidak jarang mereka memberikan solusi-solusi untuk menghibur ku dan meluangkan waktu untuk menghibur ku dengan jalan bareng bila aku mulai merasa kangen dengan keluarga ku. Mereka akan dengan sigap membuat ku lupa dan tersenyum akan mengembang 5 menit setelah aku beritahu bahwa aku kangen keluarga ku. Ya,itu yang membuat ku merasa bahwa keluarga ku kedua adalah mereka. Meskipun jurusan yang berbeda aku merasa tidak ada perbedaan antara aku dan mereka dan mereka pun sebaliknya.

Aku bukan hanya menjadikan mereka sebagai sahabat ku tapi juga sebagai keluarga ku. Sebagai orang-orang yang memiliki peran didalam hati ku dan memiliki posisi masing-masing dalam hati ku. Aku menyayangi mereka, sebagai sahabat ku dan akan selalu begitu selamanya. Perhatian yang selalu hadir ketika aku butuh, pertolongan ketika aku butuh. Ya, semuanya. Lengkap bagi ku ketika bersama mereka. Kenyamanan,Kebahagiaan dan Kekeluargaan sangat terasa. Sangat.. dan aku suka itu.