Semuanya, semua akan ku mulai dari 0 (NOL) lagi,tidak ada yang tersisa. Seperti anak baru, dengan berpikiran bahwa semua nya tidak ada yang kuanggap mampu mengerti diriku, dan aku akan kembali untuk mencoba memahami hal-hal yang berada disekitar ku dari 0 lagi. Dari awal lagi. Malam ini semua terasa sakit, sakit mendapat sikon pertemanan yang tidak sehat, kenapa harus ada “mood?”, kenapa seakan tiap hari hanya tipu daya dan kata-kata manis serta kalimat yang membuat sakit tanpa sadar itu keluar?? kenapa?? kenapa harus ada kalimat yang terkadang membuat bahagia dan tiba-tiba terenyuk dan jatuh sampai dasar? kenapa aku tidak bisa menganggap sikon dengannya layaknya dengan mereka yang membuat ku merasa bahagia tiap waktunya? kenapa selalu ada celah dimana aku merasa hanya untuk waktu sementara kebahagiaan itu? kenapa?? apa ini termasuk ujian?? sungguh, aku menuliskan dan berharap bahwa aku tidak ingin sakit untuk masalah “cinta” dan memang, allah swt melindungiku dari hal itu, tapi aku tidak berada dalam level aman, aku merasakan sakit dalam hal “pertemanan”.. aku disini merasa sakit, tapi aku diam dan lebih baik untuk belajar untuk mundur teratur.

Hancur rasaku ketika melihat tulisan yang entah mengapa aku merasa itu tertuju kepadaku, sedih dan merasakan begitu amat sakit. Aku seakan sudah berada jauh di titik yang paling dasar, paling dalam, dan sulit untuk bangkit. Sungguh, seandainya kau tahu apa yang ada dalam pikiran ku, aku benar-benar berusaha untuk menyimpan dan tidak mempublikasikan ketika aku sakit kepadamu, ketika aku merasa kecewa dengan mu, aku ingin belajar untuk mengambil hikmah dari semua yang aku dapat. Aku mundur teratur, aku belajar untuk menyadari bahwa ternyata aku bukanlah teman yang baik untuk mu, meskipun aku tidak menutup dan memungkiri bahwa aku bersyukur punya teman seperti mu, aku bahagia, tapi seakan semua nya malam ini sedikit demi sedikit telah tenggelam perlahan. Kesalahan ku mungkin adalah diam disaat aku mengalami masalah. Tapi, sungguh rasanya aku ingin bercerita, ntah kenapa aku merasa kali ini engkau bukan yang dulu ku kenal, apa mungkin aku yang telah menjadi orang lain dan baru dimatamu. Ya, kita memang punya sahabat sendiri masing-masing, kita memiliki sosok orang yang benar-benar paham dan mengerti akan kita. Dan faktanya memang begitu.

Perasaan ku saat ini campur aduk, seakan semua yang terjadi tidak ada bekas, tidak ada tanda. Aku berhenti dan kembali belajar untuk mundur teratur, kau memiliki sosok teman yang sangat sempurna di ujung sana, bahkan sangat sempurna, dan aku pun mengakui kesempurnaan sahabat mu itu,. Semua yang kulewati dengan mu bukannya tidak menjadi bagian indah dalam hatiku, tapi aku harus sadar bagian indah itu sepertinya hanya berada sedikit dalam hatimu. Ya, aku sedih.

Memang, aku memiliki beberapa orang yang menjadi tempat berbagi cerita ku, tapi entah mengapa aku merasa kau juga mampu menjadi tempat berbagi ceritaku. Dan lagi-lagi aku harus sadar bahwa aku harus belajar untuk mundur teratur. Aku bukanlah teman yang sempurna untuk mu, dan juga bukan teman yang baik untukmu apalagi yang bersahaja untuk mu. Aku tidak mampu menjaga perasaan mu, tapi apakah kau tahu terkadang perasaan ku juga merasakan sakit bahwa aku tak mampu menjadi teman yang kau harapkan layaknya sosok sahabat mu yang berada diseberang sana. Sedih, dan merasa bahwa aku belum menyebarkan manfaat disekitar ini. Hanya diam dan memikirkan semua kesalahan ku, tanpa aku harus mengatakan alasan kesalahanku. Lebih memilih untuk diam dan hanya diam dalam kesakitan yang aku pun juga tidak tahu kapan akan berakhir. Semoga..

Saat ini dalam posisi kepala yang pusing, dan suhu badan yang mulai meningkat aku menulis karena aku benar-benar merasakan hanya dengan menulis aku mampu meluapkan semua. Semua kegelisahan yang aku alami, bahkan air mata yang aku rasakan belum cukup ampuh untuk menenangkan perasaan ku. Berhenti dan kembali belajar untuk mundur teratur. Dan menyadari bahwa kenyataannya aku belum mampu menjadi teman yang baik, teman yang menjaga perasaan temannya (meskipun perasaan ku terkadang terlupakan). Aku tak ingin mengingat lagi semua kenangan yang membuat ku sakit, kenangan yang sempat membuat ku merasa bahwa aku bisa menjadi teman yang baik meskipun hanya beberapa menit.
Setidaknya saat ini aku hanya mampu untuk menyadari bahwa aku diberikan waktu dan kesempatan untuk memperbaiki diri dan belajar untuk mundur teratur dari semua hiruk pikuk pertemanan yang ku anggap tidak sehat.Lebih memilih untuk menulis semua kekurangan ku,yang juga belum tentu mampu aku tuliskan kelebihan ku. Karena aku tidak mampu dan mungkin tidak pantas untuk menulis kelebihanku.
Sekian // Vemi yang lagi sakit.. (Sakit dengan perasaan, sakit pikiran, dan sakit badan)

Advertisements