Entah berapa kali lagi aku melontarkan satu kata ini untuk situasi dan kondisi yang saat ini aku temui dan aku rasakan. Semua terasa menyesakkan berada dalam situasi seperti ini, lagi-lagi aku harus berdamai dengan waktu dan lagi-lagi aku luluh dengan keadaan dan berjalan beriringan sambil seiring melupakan dan lagi-lagi tidak mengambil pelajaran dari hal yang lalu. Mau sampai kapan aku harus bertindak seperti ini? sudah resah, gundah, sakit perasaan ku lama-lama mendapati kehidupan ku saat ini. Muak.. Tapi aku harus berteriak kesiapa? kemana aku harus mengadu? hanya denganMu dan dengan tulisan ku mampu menuangkan seluruhnya, semuanya, dan setumpah-tumpahnya. Blog seakan menjadi diary bagi ku, yang bukan berarti semua yang kutulis tidak ku filter terlebih dahulu. Aku tidak ingin dan tidak mau dikatakan menjadi wanita galau, sungguh tak ingin dan aku berharap setiap tulisan ini tidak dikategorikan “galau”. Maksud dan tujuan tulisan ini hanyalah menuangkan semua yang ada dalam pikiran ku kedalam tulisan dan menjadi kenangan suatu saat nantinya dan menjadi cerminan untuk kedepannya bagi diriku sendiri terutaman dan melalui hobi ku inilah mampu menghibur hati ku malam ini.

Cukup!! cukup lelucon itu teman, cukup menjadikan semua ini sebagai bahan tertawaan dan ledekan sampai tawamu menggelegar, kau tahu apa rasanya? SAKIT!! tapi aku hanya diam, karena kembali aku teringat pesan mama ku ” dalam hal apapun, seandainya suatu sikon apapun yang terjadi pada diri memi, kalo tidak ada yang merusak anggota tubuh memi, atau bahkan sehelai rambut ato bulu tangan tidak rusak kenapa harus marah? sabar.. toh itu hanya sesaat.” kadang aku bertanya, kenapa harus seperti itu nasehat mama kepada ku? kenapa aku tidak memiliki keberanian untuk melanggar semua nasehat mama? kenapa aku merasa semua nasehat mama bagi ku itu benar dan bernilai positif? oh tuhan,.. terima kasih engkau memberikan dan menitipkan aku pada malaikat wanita tanpa sayap seperti beliau berkahi beliau dan ridhoi lah dirinya ya robb yang mengajari ku akan hal baik di dunia ini.

Cukup!! cukup membuat ku membandingkan sikon dimana aku mampu “full heart” dengan mereka, dan sampai detik ini aku bingung kenapa aku tidak mampu “full heart” dengan kalian. Berat dan juga SAKIT!! rasanya untuk tahu situasi ini. Aku sungguh tak ingin berada dalam sikon seperti ini. Kucoba untuk mengikuti semua alur dan jalan cerita bersama kalian, tapi ketika telah masuk dan duduk diantara kalian, sikon berubah, seakan menusuk dan menyakitkan bagiku. Semua nya, tanpa sadar lelucon yang seharusnya tidak pantas dikatakan lelucon mampu menjadi bahan tawa yang kalian tahu? bahwa ada organ yang namanya HATI itu merasakan sedikit nyeri, dan kalian tahu, bila nyeri itu berkepanjangan akan sakit, dan bila sakit akan lebih sakit lagi, lagi dan lagi. Akhirnya, sakit itu akan mati!!

Huft, Cukup!! membuat ku menghela nafas panjang untuk hal ini, sudah terlalu banyak rasanya hal yang ada dalam otak ku dan mengibarkan bendera dengan kata “CUKUP” dan “SABAR”. Aku tak ingin DIAM tapi, seakan DIAM adalah pilihan yang baik, karena apa, karena belum ada sosok disekitar ini yang mampu kujadikan sebagai tempat mengadu selain dirinya yang selalu sedia 5 x sehari.

CUKUP!! cukup untuk mengeluh dengan keadaan. Rasanya mungkin kurang cukup aku bercermin apa yang harus kuperbaiki, bila ada yang salah mari bercermin pada diri sendiri, meskipun kita belum tahu apa yang salah pada diri kita, minimal bercermin membuat diri ini berusaha untuk memperbaiki setiap hal yang tidak baik dari diri sendiri. Ya, perbaiki diri sendiri banyak-banyak untuk menghibur diri dan hati yang sedang gundah. Notes from my self too.

Advertisements