Cerita ini ku mulai dengan tanggal 16 mei 2012 dimana hari pengabdian ku dimulai,, ya KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang alhamdulillah aku dan 6 orang teman ku di letakkan di sebuah desa bernama PULAU SEMAMBU, di desa ini terdiri dari 5 dusun, dan aku berada didusun 3. Tidak ingin terlalu panjang menceritakan kisah perdana mendapat kan ktempat KKN dan bercerita mengenai semua hal yang ku alami dari tanggal 16 sampai saat aku menulis sekarang. Sudah jelas-jelas saat ini judul yang kuberi adalah nama seseorang yang membuat ku terpana dan berbinar-binar sampai-sampai nama itu ketika ku mendengar nya saja hatiku berasa sungguh senang.

Ya, namanya Pak Bibit Ali Wardoyo. Dari nama telah terdeteksi dia adalah seorang laki-laki dan berwatakan jawa. Benar sekali, tempat ku berada saat ini memang berisi dengan orang-orang transmigrasi yang banyak berasal dari pulau jawa. Sungguh berada di desa pulau semambu dusun 3 membuat ku kerasan, bahkan dihari pertama di detik mu menginjak desa ini dan di menit ketika ku mencoba berbaur dengan masyarakat desa ini. Entah lem apa yang membuat ku sungguh merasa betah dan aku merasa tidak ada kepalsuan di sini. Desa ini ramah, desa ini penuh dengan senyum, penuh dengan rasa syukur, dan penuh dengan damai dari tiap lekuk demi lekuk daerah yang kulewati. Pak bibit, panggilan yang sangat melekat di otak ku dihari pertama, dirumah kepala desa, pak bibit yang belum aku bertegur sapa dengannya pak bibit berhasil menjadi icon dusun 3 ini sebagai dusun yang penuh kehangatan.

Kemarin tepatnya, tanggal 19 mei 2012 aku dan beberapa teman ku berkunjung ke rumah pak bibit, sangat semangat untuk bertemu dengannya, dan aku juga bingung dari mana energi positif itu. Aku semangat dan sungguh senang tergambar jelas dari gambar dan dari mataku. Tidak mampu aku bohongi, pak bibit menyulap mataku untuk mengetahui bahwa pak bibit benar-benar pribadi yang menyenaangkan.

Mauk kedalam rumahnya yang sederhana, dan ternyata dia telah siap menunggu didalam rumah sambil membaca koran dengan kacamata yang menyangkut dibatang hidungnya. Kami masuk kedalam rumahnya sambil menyalaminya, dan ketika duduk aku benar-benar tidak mampu memalingkan mataku untuk melihat dia tersenyum melihat dia bercerita bagaimana pengalamannya, mengenai kesederahanaannya, kesantunannya, beribu pengalaman yang dia berikan kepada kami sang mahasiswa sang pembelajar. Pak bibit bercerita tanpa ada hal yang terlinbtas dari bicaranya seperti menggurui. Kami menghormati dan menghargai pak bibit, terutama saya. Pak bibit memiliki tempat khusus dihati saya ketika berada didesa ini. Pak bibit sosok sholeh yang selalu terlihat di masjid ketika ashar, ketia maghrib, dan isya.. pastinya ketika aku pun berada dimasjid pastinya. Pak bibit yang menjelaskan bahwa dengan kesederhanannya dia telah memiliki sebuah niat untuk pergi ke tanah suci meskipun dia belum memiliki tabungan segunung.. tapi aku yakin dengan kesederhanaan, rendah hati, dan budi baiknya pak bibit tabungan pahala dia jauh dari berapa gunung.. aamiin.. Pak bibit bercerita dia selalu berdoa kepada allah swt untuk diberikan rejeki cukup, tidak banyak, karena baginya rejeki yang cukup membuat dia selalu bersyukur. Ya itulah pak bibit.. Begitu banyak hal yang ku dapat dari sosok pak bibit, mungkin season ini aku hanya mampu menceritakan pak bibit sedikit saja, semoga masih akan terus berlanjut cerita ku dengan pak bibit. šŸ™‚

Ya robb, berkahilah pak Bibit serta keluarganya. Karena dia aku belajar keihklasan, kesederhanaan, dan syukur yang begitu amat sangat besar. šŸ™‚

Advertisements