Mungkin saat ini adalah klimaks dari pertemanan kita. Entah, sakit ku rasa lagi-lagi. Pertemanan semacam apa ini? sampai amarah, emosi, sama-sama kita pendam dalam diam seribu bahasa. Seakan baik-baik saja diluar, bagiku itu tidak lebih dari kemunafikan yang dibuat oleh 2 orang yang didalamnya tersimpan berjuta masalah yang sama-sama tidak dimengerti dan tidak tahu kapan akan diselesaikan. Sesak rasanya..

Jarak, sepertinya itu solusinya. Mungkin ketika ada jarak diantara kita barulah kita paham bahwa semuanya bisa diselesaikan tanpa emosi yang dipendam dan amarah yang dibungkam. Aku tidak habis pikir bahwa ternyata dibalik ini semua aku mendapat bonus dan jackpot dari sikap mu yang sungguh tidak bisa mampu aku pikirkan secara positif lagi. Baiklah, cukup sepertinya, aku pun disini sakit mungkin bukan teman seperti ini yang kau cari, aku berada jauh dari posisi itu.

Berjarak!! mungkin saat ini aku lebih memilih itu, telah lama aku ingin menjadikan itu solusi tapi selalu ada cahaya yang membuat ku berpikir kenapa harus ada jarak yang jauh yang harus kutempuh jika jarak yang dekat mampu dilewati. Tapi dari sikapmu yang saat ini telah tergambar, sungguh kecewa itu amat besar, dan aku lebih memilih untuk berjarak dengan mu walau pedih rasanya!!