Jurusan ku gempar,, terutama senior yang sedang menjalani aktivitasnya sebagai mahasiswa/i co-ass gigi.. Entah apa lagi yang harus kami terima wahai petinggi jurusan? kurang cukupkah kami terus mendapat benturan-benturan yang seakan tidak pernah habis episode per episode nya.. Dari awal masuk kuliah bahkan telah tamat menjadi sarjana masih kurang kah segala bentuk ujian dan latihan mental kami? bahkan sampai tingkat untuk mengambil gelar profesi pun kami masih menjadi korban-korban “ketidakjelasan sistem”. Malu rasanya bila harus menguak satu persatu masalah demi masalah yang ada di dalam kampus ku sendiri, seakan membongkar aib diriku sendiri. Tapi, kenyataannya memang lah begitu apa yang harus dan mesti kami tutupi. Tidak kah bercermin pada institusi pendidikan kedokteran gigi yang lain? yang berada diseberang pulau sana atau melirik tetangga yang notabennya baru mendirikan Kedokteran Gigi tidak lebih dari 5 tahun tapi perjuangan mereka untuk mendapatkan kejelasan menjadi sebuah fakultas telah tercapai. Sementara kita.. Kita yang telah menginjakkan kakinya selama 8 tahun belum mampu menunjukkan bahwa kita bisa berdiri sendiri dan tegak dengan sistem yang jelas lagi baik.

Berhentilah memberikan kami banyak alasan yang tidak pernah kami mengerti, ataupun yang kami mengerti tapi hanya sebatas bualan belaka.. Alirkan saja ke aliran sungai yang terkenal seantero kota Mpek-Mpek ini.. RSGM yang kami harapkan mampu membantu kami untuk mengabdi sebagai calon tenaga medis, bahkan tidak mampu memberikan tempat untuk kami, karena alasan “MOU”, dan tempat yang selama ini dijadikan sebagai lokasi perawatan gigi pun kami harus angkat kaki.. Pergi ke gedung sendiri *yang katanya telah sampai tahap renovasi* pun harus diterima dengan lapang dada, tapi jarak yang memisahkan antara pasien dan mahasiswa ko-ass.. Bagaimana nasib requirement? Bagaimana nasib gelar profesi kami yang kami idamkan mampu rampung 4 semester? Apa kurang cukup??

Tidak kah anda-anda berpikir bagaimana banyaknya cucuran keringat ayah kami? harapan serta lantunan doa ibu kami? kebanggaan dari kedua orang tua kami? umur kami? dan semua impian yang kami bangun disini semua seakan lambat laun dilahap oleh sistem yang tidak jelas. Kenapa anda mendirikan Jurusan ini bila ternyata pada akhirnya kami terlunta-lunta dan menjadi korban sistem yang kamipun sebenarnya tidak tahu siapa yang harus bertanggung jawab. Ibarat anak ayam kehilangan induknya.. Kami meraba, mencari, dan pada akhirnya buta serta pasrah.. *naudzubillahiminzalik*..