Dari kata “tunggu” aku belajar untuk bersabar. Dari kata “menunggu” aku belajar untuk mengoreksi. Dari kata “tetap menunggu” aku belajar sebuah proses.Dan itu semua ku dapat dari satu bentuk karya “skripsi”. Sebuah skripsi yang pada akhirnya akan menjadi suatu bentuk hasil tanganku sendiri dengan dicampur beberapa tetesan air keringat, air mata, serta air liur. Semuanya bercampur aduk dengan sangat rata sekali air keringat untuk mengejar dosen pembimbing kesana kemari, air mata untuk semua tingkat kesulitan serta beban mental yang kuhadapi seorang diri, dan air liur dengan tak pernah berhenti berucap doa serta segala bentuk ayat, surat, doa, tasbih, tahmid, dan tahlil yang kuucap setiap langkah demi langkah untuk bertemu dengan dosen pembimbing satu dan dua ku.Semua ada didalam skripsi.
Skripsi, aku tidak ingin menyumpahimu dengan sumpah serapah yang bisa saja keluar dari bibirku. Tapi bibirku tercipta begitu sempurna sehingga aku tidak ingin merusak kesempurnaan yang diberikan oleh Allah swt pada diriku. Jadi buang saja jauh-jauh pemikiran bahwa aku akan mengutuk mu skripsi!!! Tidak sama sekali!!
Dibalik semua ini aku yakin ada hikmah yang diberikan oleh Allah swt pada diriku. Dan aku percaya itu. Berhenti sekarang untuk menangisi hal yang tidak aku ketahui apakah ini pantas untuk ditangisi atau tidak. Bangkit!! ya bangkit dari semua kegalauan karena skripsi. Dosen pembimbing yang pergi ke Perancis dengan menggantungkan mahasiswa bimbingannya selama 16 hari tanpa diberikan kepastian kapan sidang proposal tidaklah patut untuk aku tangisi dan sedihi. Masih ada waktu 16 hari untuk mempersiapkan semuanya menjadi lebih baik selama dosen pembimbing satu berlibur dan menikmati indahnya kota Swiss. Aku akan membuktikan dan juga memperlihatkan bahwa aku tidak jatuh dan tidak terpuruk selama dia pergi berlibur dan cuti.
Untuk dosen pembimbing 2 bersiaplah selama 16 hari jua aku akan terus mengintai dan tidak akan pernah ada kata bosan untuk terus membuat mu menorehkan tanda tangan mu dilembar tahapan skripsi ku, sehingga nantinya sepulang dosen pembimbing 1 ku, lembar tahapan telah terisi, serta sidang proposal pun akan segera diselenggarakan. Berhentilah menangis vem!! Buat apa?? Tidak ada lagi hal yang perlu kau tangisi, disini kau memang sendiri tapi didalam hati dan otak mu begitu ramai akan impian, serta doa yang akan terus melindungimu, yang akan terus membuat mu menjadi lebih semangat. Saat ini air matamu telah kering, tapi hanya satu yang tidak akan pernah kering yaitu “semangat”!!
Tanamkan semangat mu dilapangan yang hijau yaitu hati mu, pupuk dengan doa, jaga semangatmu dengan sedekah, dan tunggu hasil panennya disaat hikmah dan berkah Allah swt menaungimu, yaitu proses yang membuat mu menjadi seorang yang kuat dan mampu meraih hasil yang membuat mu puas dengan hasil keringat mu, air matamu, doamu di waktu yang tepat, yaitu di wisuda mu nanti.. Bersabarlah.. Sesungguhnya, Allah swt berserta dengan hamba2Nya yang sabar.. Lakukan yang terbaik yang engkau bisa, sesunggnya Allah swt tidak pernah tidur, bahkan disaat engkau tidur sekalipun. Bismillahirrohmanirrohim..