Sedikit banyak hal yang “random” yang ingin saya tumpahkan ke dalam blog ini setidaknya membuat sedikit ketenangan lahir dan batiniah saya dan menjadi tempat “galau” yang tersembunyi dibalik pribadi saya yang selalu menampakkan bahwa saya kuat tanpa terkena sindrom “galau cinta” khususnya. Hari ini benar-benar hal yang “terstupid” yang saya lakukan. Dan itu berhubungan dengan mr.dermawan atau ikhwan gaul yang merupakan cerita dulu tapi tidak pernah kuno dimataku dan akan selalu memiliki cerita baru.. hehe…

Saya, saya yang berusia 21 tahun mampu menunjukkan dan membuktikan kepada teman saya bahwa hidup itu bukan hanya dipusingkan dengan masalah cinta, di buat galau hanya karena someone yang bertemu di usia remaja, dewasa. Pokoknya bagi saya hidup itu tidak semestinya di isi dengan galau soal “CINTA” yang pada dasarnya masih banyak hal yang harus dan lebih pantas di galauin. Misal, galau kenapa di umur 21 tahun belum bisa buat mama dan papa bernafas lega untuk membiayai kita, yang semestinya disaat umur segini kita sebagai anak sudah mampu meringankan beban mereka, dan membuat mereka bernafas lega. Atau menggalau mengenai bagaimana caranya agar kehidupan masa depan mampu terjamin yang harus diperbuat dan dilakuin dari sekarang,dan membuat keluarga bahagia.

Tapi, saya juga tidak munafik bahwa ternyata virus ” galau cinta” itu pernah hinggap ke dalam pikiran dan otak saya. Dari situ saya belajar bagaimana cara untuk bisa menempatkan galau tersebut di urutan terakhir atau sama sekali tidak masuk hitungan di dalam pikiran saya. Beruntung hal ini tidak lama, sangat cepat bahkan saya pun tidak sadar ternyata saya telah keluar dari yang namanya “galau” tersebut karena bergantung pada 1 hal yaitu “allah swt adalah satu-satunya tempat mengadu dan tempat mencurahkan seluruh hal galau yang saya punya. Termasuk hanya padaNya lah buliran doa “galau cinta” saya kepada sang mr.dermawan saya curahkan. Sehingga “galau cinta” mampu saya olah dengan baik. Terkadang ada rasa yang begitu amat sangat di sebuah kondisi yang tepat bertemu dan untaian doa yang saya panjatkan mampu menjadi kenyataan.

Tapi, itu adalah kondisi dimana saya di tahun 2010 sampai 2011 karena sosoknya yang mampu membuat saya fokus kepada apa yang saya inginkan dibalik setiap kalimat penyemangat yang dia sampaikan kepada saya di akhir percakapan singkat. Saat ini kondisi tidak seperti dulu, ya ujian memang datang untuk melihat kemampuan seseorang dalam menyelesaikannya. Termasuk saya. Saya, yang harus menerima keadaan yang dihadapi bahwa teman saya mengungkapkan perasaan suka kepada saya dan berharap untuk bisa menjalin suatu hubungan yang lebih dari teman. Pada awalnya saya tidak mampu menerima hal itu, karena selain prinsip dan hal lain yang membuat saya untuk tidak menginginkan hal itu terjadi. Saya lebih memilih untuk berteman dekat, tapi ternyata hal itu pun saya sadari bukanlah diri saya sepenuhnya. Seakan memiliki sebuah status ataupun tidak akan tetapi kegiatan yang dilakukan sama seperti yang memiliki hubungan apa bedanya? hanya sekedar nama dan julukan kah? dan lagi-lagi batin saya menolak. Setiap sholat saya menangis karena tiap hal yang saya lakukan tidak seperti yang “dia” lakukan di seberang sana dengan memegang teguh suatu prinsip dengan dasar yang kuat yaitu “Al-Qur’an”. Sungguh malu dan seakan tertampar keras sekali baik jiwa dan raga saya. Memilih untuk keluar dan meninggalkan nya meskipun tidak dipungkiri hal seperti itu tidaklah mudah karena naluri manusia terutama perempuan sangat suka diperhatikan tapi saya lebih memilih untuk “OUT” dari situasi yang saya sendiri pun tidak berani untuk memastikannya bahwa saya akan nyaman dan aman di hati saya. Lebih baik saya memilih untuk keluar dan fokus kembali kepada apa yang saya doakan dan kembali seperti di tahun 2010 dan 2011 bila keadaan galau melanda dengan berdoa dan meminta pengobatnya yang berupa untaian doa yang ditujukan kepada sosok mr.dermawan. hhee… *apaan sih, random abis*

Dan hari ini sepertinya kedodolan yang saya buat memberikan sedikit celah demi celah yang pada akhirnya saya yakin akan datang waktu dimana doa saya terkabul atau juga doa saya diketahui oleh mr.dermawan,,hoho… Entah apa yang saya lihat, satu foto yang saya edit di hape saya secara tidak sengaja saya jadikan Display Picture BBM yang notabennya itu tidak akan menjadi konsumsi umum,, hanya konsumsi pribadi. Dan tentu saja, perasaan berdesir bahwa ternyata saya salah sett untuk memasang foto itu. Niatnya untuk dijadikan Wallpaper tapi entah apa yang terjadi kekeliruan dan kestupidan yang benar-benar tidak saya sangka. Huft, berharap tidak ada yang menyadari foto itu, tapi apa daya..  Ada juga yang menyadari yang ternyata adalah teman yang pernah mengungkapkan perasaan nya kepada saya mengatakan “wah, mantap dp td tuh :p” sungguh, seraasa disiram air dingin yang super dingin… sampai keadaaan kaki saya pun jadi dingin karena itu. Tapi, karena situasi yang telah berubah, meskipun ungkapan perasaan yang dia ucapkan itu telah terjadi beberapa bulan yang lalu yang pernah menjadi cerita cinta saya dan pada akhirnya diakhiri dengan suatu keputusan dari saya untuk keluar dari perasaan itu agar tidak terlalu jauh membuat saya mendapat bbm dari dia merasakan perasaan yang sangat tidak enak dan aneh, malu dan bercampur aduk rasanya. Kenapa mesti dia yang tahu? kenapa mesti juga dia yang mem bbm , atau lebih tepatnya kembali ke pertanyaan awal ketika dia mengungkapkan perasaannya kepada saya, kenapa mesti saya perempuan itu? sehingga saat ini saya merasakan perasaan yang sungguh tidak enak. Tidak ingin menyakiti dan semoga benar tidak tersakiti karena tindakan dodol yang salah lihat itu. Kenapa engkau mesti bicara bahwa “kirain udah resmi,,” kalimat itu benar-benar seakan membuat ku tak mampu berkata apa-apa karena aku pun juga bingung untuk menjawabnya. Resmi? secepat itu juga saya “mengaminkan” kannya. Tidak dipungkiri hal itu yang nantinya saya harapkan, meskipun saaya sadar pernyataan dari mu adalah pernyataan yang ambigu apakah saat ini engkau masih menjadikan ku seseorang yang masih pantas untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dari mu atau tidak.

Apapun itu, saya berharap semoga ada hal baik di antara kita semua. Saya yang menyadari bahwa perasaan itu masih ada, perasaan dimana perhatian dan sikap mu yang menempatkan ku lebih dari teman itu masih ada, meskipun engkau tahu bahwa mr.dermawan adalah sosok orang yang kutempatkan dihatiku tapi usaha mu masih mampu saya lihat. Doa, Semangat, dan Usaha mu masih mampu ku lihat dan ku rasa. Terima kasih ku ucapkan,. hanya itu.. Random abiss…