Curhat colongan mengenai skripsi.. Gak akan ada habisnya kalau membahas yang namanya skripsi, skripsi itu selama lebih kurang 9 bulan aku menyurveinya skripsi itu bisa diartikan dengan skripsi itu sabar, skripsi itu untung-untungan, skripsi itu ikhlas, dan skripsi itu perjuangan. Sedikit berbagi perasaan ku mengenai skripsi yang ternyata setelah penandatanganan judul skripsi ku di awal tahun sampai telah masuk ke 9 bulan masa kandungannya skripsi ku belum melahirkan juga.. Aku belum melaksanakan seminar proposal.. Tau kenapa? lagi-lagi skripsi itu sabar, skripsi itu untung-untungan, skripsi itu ikhlas dan skripsi itu perjuangan. Sabar ketika dosen pembimbing yang selalu tidak pernah membaca proposal skripsi ku setiap minggunya dengan dalih “tinggal dulu ya”, terus ketemu berikutnya “belum saya baca” lalu datang lagi berkata lagi “kamu jangan sering-sering datang kesini” sampai harus sabar ketika dosen pembimbing satu harus pergi keluar negeri dan menggantungkan sebuah janji untuk dapat mengurus seminar proposal setelah dia pulang, tapi faktanya itu BOHONG.. aku harus mengalami yang namanya pengantungan tanpa kepastian.. Balik dari luar negeri dia lupa, revisi kembali, dan kembali bolak balik bertemu dengannya hanya untuk memperbaiki satu dua kalimat, dan tidak jarang nada tinggi keluar dengan mengatakan “baca dulu!! jangan bolak balik terus.. jangan hanya mengejar tanda tangan saja”..  Baiklah, sepertinya aku harus bersabar.. tahu yang lebih melatih kesabaran adalah tiap revisi selalu saja perkalimat demi kalimat yang dirubah, tanpa harus sekaligus memberitahu bahwa ini yan g harus ditambah, ini yang dikurangi, dan bla.. blaa..  Jadi, kegunaan selama ini bimbingan dengan dalih ditinggal itu apa?? Ya.. aku tidak ingin perdebatkan soal itu..

Kemudian masuk ke definisi skripsi itu untung-untungan.. ya, mungkin kalau dibilang untung mendapatkan tema skripsi “periodonsia” ya aku untung, beruntung sekali.. Tapii, kalau dilihat dari segi pembimbing satu yang sungguh diluar ekspektasi ku selama ini dan seluruh orang-orang katakan. Semua bagi ku itu adalah ‘BULLSHIT’.. semua perkataan itu tidak ada yang menurut ku benar.. Tidak! karena aku saat ini yang mengalaminya dan berada di posisi yang sungguh mengenaskan.. Apa mengenaskan? ya, tapi lagi-lagi mengenaskan sebelum aku belajar untuk ikhlas dan sabar untuk menghadapi skripsi. Setidaknya kalau dibilang untung, lebih beruntung teman ku yang saat ini sedang mengadakan penelitian, atau yang sudah mengolah data penelitian dan akan lanjut untuk sidang akhir, serta lebih beruntung lagi teman ku yang akan di wisuda di bulan ini. Tahu perasaannya?? *gak usah dibahas la ya.. Karena lagi-lagi setiap manusia itu punya garis tangan yang berbeda ngak sama.. Dan setiap manusia itu punya rezeki dan amalannya masing-masing.

Lanjut, skripsi itu ikhlas. Ikhlas untuk menerima semua hal yang terjadi bagaimanapun hasilnya. Menyakitkan, mengecewakan, menyedihkan, sekalipun membuat remuk.. Semua nya itu harus ikhlas. Ya, ternyata ikhlas itu emang ngak gampang,, tidak gampang sama sekali. Bahkan sungguh membuat hati remuk, mata bengkak, dan sulit sekali bernafas. Menyesakan dada tapi harus belajar dan mengerti makna ikhlas dan sabar.. Ikhlas dan sabar berbanding lurus dan harus ada di dalam proses pengerjaan skripsi. Menangis dalam keterpurukan sudah sangat sering aku lakukan, berdiam dikamar, seakan skripsi itu setengah nyawa dari mahasiswa tingkat akhir. Ikhlas ketika mengetahui bahwa rata-rata disekeliling kita teman-teman telah bergerak maju selangkah demi selangkah bahwkan ada yang sudah berlari jauh dari kita, dan tahu rasanya? aku berada diposisi ini, dan belajar untuk ikhlas bahwa lagi-lagi orang punya nasib dan cara masing-masing.

The last, skripsi itu perjuangan. Perjuangan menuju sarjana, terutama aku yang sedang mencari seonggok gelar “Sarjana Kedokteran Gigi” . Berhenti sampai disini saja? tidak…. tidak sama sekali, aku tidak berhenti untuk mencari seonggok gelar itu, tapi aku mencari, menyelami, dan akan keluar dari universitas ini dengan secercah gelar “Dokter Gigi”.. dan masih akan ada beberapa hal yang siap menunggu ku, melambaikan tangan dengan ku, dan berkata “skripsi kemarin itu sulit ya ngerjainnya, tenangg… masih ada yang lebih sulit lagi didepan sana.. bersiaplah!! ” lebih dari sekedar film horror insidious, atau women in black.. tapi aku masih harus dan melatih mental ku, jiwa ku, hati ku, untuk kuat, sabar, dan ikhlas.. bismillahirrohmanirrohim..

Air mata telah kering, tapi Hati dan jiwa ini akan tetap subur untuk terus berjuang. Jadikan setiap aktivitas ku adalah ibadah.. Aamiin..