Kali ini jalan itu terbuka, mungkin ini salah satu teguran lembut dan sapaan untuk mengingatkan aku bahwa aku harus mundur teratur untuk berdebat dan masuk dalam hal “perasaan”. Cukup sepertinya kejadian “socmed” membuat hampir rata-rata seluruh teman-teman dikampus menanyakan bagaimana kok bisa? Atau sekedar berspekulasi dan tidak bertanya kepadaku sehingga akan terus berkembanglah spekulasi-spekulasi itu mengenai diriku dan berita suka seseorang kepadaku. Yah, sudah.. Kalau begitu jalanku memang telah sedikit terbuka. Aku mundur teratur secara perlahan. Semua hampir ingin “kepo” terhadap apa yang aku alami. Entah kenapa bisa begitu, jangan tanyakan kepadaku, aku juga bingung. Kenapa kepo-isme itu merajalela sihh.. Aduh… Ribet dan nyesek lho dibuatnya. Tapi ya sudahlah, entah bagaimana perasaan didalam hatiku, aku cuma membiarkan waktu yang akan menjawab dan meminta untuk diberikan hikmah serta hal yang baik. Ampuni hamba ya robb..