Manusia memang tidak mampu berdiri sendiri, dan itu memang telah tertulis di Al-Qur’an bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan. Jadi sudah dari dulu bahkan dari beberapa ratus dan ribu tahun yang lalu kalau manusia memang harus memiliki teman. Nah, sekarang definisi teman itu sendiri apa? mungkin definisi secara harfiah silahkan buka kamus bahasa Indonesia kali ya..hehe. Tapi definisi teman menurut saya adalah seseorang yang telah dijodohkan Allah swt untuk bertemu dan berkomunikasi dengan kita secara baik dan membuat kita merasa nyaman bila bersamanya serta saling memberikan manfaat selama jalinan pertemanan itu berlanjut sampai hayat dikandung badan (halah.. :P).

Kemudian, bagaimana definisi sahabat? kembali lagi secara harfiah silahkan buka KBBI ya.. Bagi saya sendiri sahabat dan teman itu berada pada level yang berbeda. Bukan berarti menstrata kan status teman dan sahabat karena apa bagi saya sendiri teman itu adalah proses yang harus dilalui seseorang untuk menuju ke tahap yang namanya “sahabat”. Sama, bagi saya sahabat adalah jodoh yang diberikan Allah swt untuk bisa memahami diri kita jauh lebih dalam dan jauh lebih dekat. Bahkan sahabat mampu bersanding dan setara dengan yang namanya “saudara”. Bukankah sesama muslim kita adalah saudara, memang tidak mampu dibandingkan dan disama ratakan dengan saudara kandung, melainkan bagi saya sahabat layaknya keluarga. Keluarga kedua setelah keluarga besar yang menjadi utama bagi kehidupan kita.

Memiliki seorang teman menjadi upaya kita belajar untuk memahami bagaimana kriteria manusia. Mampu belajar bagaimana menghadapi orang-orang yang diluar dari kehidupan keluarga yang sedari kecil kita jumpai setiap hari. Bersama seorang teman kita mampu berbagi cerita dan pengalaman yang menarik, bahagia, sedih dan masih ada beberapa untaian pengalaman yang mampu kita berikan dan tukarkan kepada teman. Tapi tidak dengan sahabat. Bagi saya, sahabat jauh lebih dalam lagi dan jauh lebih banyak hal yang mampu kita utarakan dihadapan nya. Dengan memiliki sahabat saya mampu menangis didalam pangkuannya, didalam pelukannya, merasakan damai ketika pundak saya ditepuk, menjadi lebih bergairah ketika sebuah tulisan tertuju ke saya, menjadi kebahagiaan tiada tara ketika foto bersama, menjadi kebanggan menunjukkan kepada orang-orang bahwa saya memiliki sahabat begitu erat bahkan tidak sedikit yang mengatakan bahwa beruntungnya saya.  Sahabat mampu membuat saya rindu ketika lama tak bertemu dan berkumpul, sahabat memiliki daya magnet yang besar ketika sedih menerpa dan semua diserap serta terbuang bersama tepukan pundak, senyum semangat, dan elusan kepala yang membuat merasa amat nyaman dan senang.

Sahabat dan teman sama-sama memiliki tempat dihati saya. Dan Terima kasih ya robb, engkau mengirimkan teman serta sahabat yang membuat saya merasa tidak sendiri dan sepi. 🙂