Alhamdulillah, 12:08 wib tanggal 26 oktober 2012 tubuh ini secara lengkap dan utuh telah duduk menatap layar sentuh untuk menuliskan sedikit cerita yang ingin kusampaikan didalam blog manis ku ini. Entah kenapa diperjalan mata begitu amat sangat ngantuk dan susah sekali diajak kompromi mungkin juga berpengaruh karena sepanjang siang sampai sebelum berangkat dan diperjalanan pulang ke Jambi pun kelenjar lacrimalis ku bekerja sangat hebat sehingga terlihat lah oedem di bagian kelopak mata ku. Ya.. Hari ini begitu banyak cerita yang mungkin seharusnya terlalu panjang untuk diceritakan malam takbiran menuju lebaran idul adha tahun ini.

Aku, pagi jam 10.00 tadi adalah jam dimana aku merasakan sambaran petir yang menusuk dan terasa sangat sakit ditubuh ku, kenapa? Ya skripsi memang “biang keladinya” (nada emosi) astaghfirullah,,. Mungkin aku dihari ini atau lebih tepatnya di pagi jam 10.00 tadi adalah aku yang lemahh, berjalan dengan kaki yang gontai, hati yang tak tahu lagi apa rasanya, mimpi yang sedikit rubyh, dan air mata yang mengenang dan takut untuk tumpah. Skripsi yang memang “single fighter” membuat ku harus mengeluarkan air mata deras kembali seperti penantian sidang proposal ku yang dahulu dengan segala macam hal serta alasan untuk menggantung nasib sipro ku. Saat ini, setelah itu terlewati ternyata episode ku belum berakhir dan usai.

Beberapa hari yang lalu aku telah melaksanakan penelitian dan menyelesaikan pengolahan data serta membuat bab4-bab5 di skripsi ku dengan penuh tekanan. Badan yang sangat merindukan tidur nyenyak, meskipun berada dikasur yang nyaman, tapi pikiran dan jiwa berada dibawah tekanan skripsi dan diatas target untuk bisa membuat mama dan papa mampu hadir dan bersanding untuk foto wisuda dengan ku dibulan desember. Tapi faktanya hari ini itu rubuh. Halyang kuimpikan dan kuharapkan serta kukejar dengan seluruh daya upayaku harus mengalami yang naamanya “pending” ya bukan hanya bbm saja, hidup, mimpi, target juga mengalami hal yang sama untuk itu.

Belajar untuk menerima, pembimbing 1 ku berkata sambil tersenyum “tinggalin dulu ya, hari kamis depan kamu datang lagi..ya sudah” belum sempat aku berkata “bahwa jum’at depan adalah batas deadline terakhir untuk sidang akhir sementara dia langsung berkata bahwa dia akan menerima konsul bimbingan minggu depan. Bukan main rasanya, seakan semua barang menimpa ku dari atas kepala. Sakit, pusing, menangis, dan tidak taahu aku harus berkata apa terutama pada diriku sendiri serta kertas yang bertuliskan impian dan target ku untuk bisa mengejar ketertinggalan ku dan mampu untuk bisa tamat di buln desember untuk wisuda.

Sudah, aku tidak mampu berkata, hanya air mata dan tangisan kepada mama, serta sahabat ku. Pedih, mengingat itu air mata ku keluar. Rezeki ku bukanlah dibulan desember untuk wisuda. Aku akan berjuang untuk jauh lebih baik lagi untuk mengejar di bulan februari. Ya sedikit lagi, target jangka pendek kali ini akan aku tuliskan besar2 bahwa dibulan November ini aku harus telah mendapat gelar sarjana dari presentasi sidang akhir ku meskipuaku tidak mampu untuk bisa wisuda dibulan desember melainkan aku mampu mendapat gelar sarjana kedokteran gigi dibulan November, aamiin.

Ya, veemmm!! Dari skripsi kau akan belajar untuk bisa merasakan keluar dari zona nyaman, berhadapana dengan seluruh kesulitan yang kau temui secara sendiri dan bergantung kepada Illahi..

Saat in, refresh adalah sikap dan tindakan yang tepat. Isi kembali semangat mu, kuatkan kembali tekadmu, perlihatkan wajah kuat dan tegar mu kepada kedua orang tua mu, yakinkan kembali mereka. Jadikan air mata haru dari mereka menjadi prioritas untukmu untuk menjadi lebih baik dan kembali berpacu dengan waktu serta mimpi-mimpi yang kau tuliskan. Bismillahirrohmanirrohim,,
Semangat pejuang skripsi, semangat pejuang sidang akhir!!

Advertisements