Benar adanya,mata kuliah mengenai kehidupan tidak dipelajari di bangku sekolah maupun bangku mahasiswa. Bagaimana cara kita mampu bersikap dalam keadaan sulit, berdiri diatas bara api, berjalan diatas batu koral, melompat melewati anak sungai, menyebrangi laut yang berombak tinggi,dan keluar dari goa yang hitam tanpa terang. Hidup memang tak semudah yang pujangga katakan bila sedang merasakan cinta, hidup juga bukan seindah cerita dari skenario para penulis sinetron, karena penulis yang sebenarnya telah dengan jelas menuliskan di sebuah kumpulan yang begitu amat terjaga keshahihannya “al-qur’an” bahwa tidak ada satu manusia pun dimuka bumi ini yang tidak diuji, bila dia mengaku dia beriman.

Baik kecil, remaja, dewasa, dan tua renta. Akan tiba saatnya dimana kita terlepas dari jeratan masalah, keluar dan selesai masalah itu,maka akn timbul masalah baru, ujian baru, dengan soal2 yang baru seiring tngkat kesulitan yang baru pula. Ujian kenaikan tingkat dan level kehidupan. Mampu atau tidak mampu?? Bercermin lah, dan lihat sekitar. Percaya bahwa bukan kita sendiri yang sulit melainkan begitu banyak orang dengan tingkat hidup nya mengalami kesulitan yang jauh lebih dari kita.

Biarkan hidup ini dihiasi dengan kesulitan, karena masih ada air mata yang akan menghapus nya. Biarkan air mata ini mengalir dengan deras nya karena masih ada butiran doa yang menghiasinya, biarkan butiran doa terurai dengan sendirinya karena pelukan hangat selalu menunggu dan tak akan pernah bosan untuk berkata “tetaplah semangat dan tawakkal” karena pelukan yang akan kita dapat dari kesulitan itu adalah pelukan yang terindah dari segala yang indah dimuka bumi ini “pelukan ridho Allah swt, biarkan lah tulisan Allah swt yang bekerja” tetaplah semangat geenerasi muda. Semangat!!

Teriring doa ku untuk seluruh pahlawan indonesia, karena sedikit banyak telah menginspirasi jiwa pemuda indonesia.. Darah, air mata, serta cucuran keringat para pejuang pahlawan di indonesia, dan teruntuk pahlawan hati ku.. (mama dan papa)

Advertisements