Hujan malam rabu dimana menemani packing ku untuk keberangkatan besok ke tanah kelahiran ku #lebay..

Part 2 bagian dari judul titik, terlintas untuk membahas permasalahan tadi siang ketika dikampus. Memang aku salah, salah membiarkan tekad, prinsip yang selama ini aku jaga pada satu waktu aku lepaskan tali itu, aku biarkan otak ku menerima alasan untuk membalas kebaikan seseorang dengan cara memberikan kebahagiaan dan kesenangan kepada orang tersebut dengan mengorbankan prinsip yang telah ku buat. Astaghfirullah.. Serasa air mata ku ingin mengalir terus bila mengingat kebodohan yang telah sangat nyata dan telak aku buat. Tapi, sudahlah nasi sudah menjadi bubur, bila dihangatkan pun sudah tak akan bisa lagi menjadi nasi yang pulen.

Aku tetaplah aku, aku adalah seorang manusia dengan banyak kesalahan, sarang dari khilaf. Aku menyadari penyesalan datang belakangan, sungguh bodohnya aku. Menjaga prinsip selama ini ternyata mampu luluh dengan berpikiran ingin memberikan kebahagiaan kepada seseorang yang telah berbuat baik kepadaku tapi mengorbankan hal yang telah kujaga selama ini. Entah lah, jin apa yang begitu kuat membisikkan aku untuk seperti ini, malu dan sangat amat menyesal rasanya. Bila seperti ini aku seperti pecundang saja yang telah membuat prinsip, menjaga, tapi tidak mengindahkannya dan mempertahankannya selama mungkin.

Ahh.. sudahlah, saat nya mengkoreksi diri untuk memperbaiki nya menjadi lebih baik lagi. Benar, bila aku ingin mendapat nilai 9 maka aku harus berusaha bagaimana caranya aku mampu meraih angka 9 itu bahkan aku harus berpijak diangka 10.

Titik!!