Fiuh.. Hidup jauh dari orang tua memang menuntut seseorang untuk selalu berpikir dewasa dalam menghadapi setiap masalah. Tapi, faktanya ada orang yang mampu terlihat dewasa darinsegi manapun, ada juga yang dewasa nya terlihat dalam suatu sikon yang membuatnya begitu amat dewasa dan ada juga yang menyembunyikan kedewasaannya. Beragam pastinya.

Memiliki seorang teman yang selalu menganggap diriku “ngak dewasa2” agak nyebelin sih emang, tapi kembali lagi aku selalu berpikir dan memegang suatu perinsip bahwa “hak orang lain memiliki persepsi apapun ke diri saya, tapi itu tidak akan merubah saya, bila saya masih dalam koridor yang benar dan tidak melanggar apapun”. Mungkin, sayatermasuk orang yang tidak atau sama sekali tidak terlihat dewasa dimata beberapa orang, tapi ada disuatu keadaan dan kondisi saya meraskan bahwa saya yang dulu meninjakkan kaki dikota mpek2 ini sendirian dengan saya yang telah menjalani 4 tahun lebih dikota yang sama ini membuat bebrpa teman dan terutama kedua orang tua saya sangat melihat signifikan dari pola pwikir dan bertindak serta memberikan saran.
Mungkin, bagi teman saya yang satu itu, vemi yang dulu ya tetap yang dlu yang aku knal di tahun pertama kuliah. Ya..sudahlah.
Tapi, jujur nih ya aku bener2 gak suka deh ah dengan keadaan kayak gitu. Gini lho, manusia itu tidak ada yang sempurna, allah swt menciptakanhari 365 hari. Dia memberi manusia akal,dan perasaan untuk manusia agar manusia selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik dan memperbaiki apapun yang salah agar menjadi lebih baik. Termasuk aku, okela!! Aku akan buktiin, kalo sebenarnya apapun yang dipersepsikan orang kepadaku suatu saat dia akan tahu bahwa kodrat manusia untuk hidup itu bukan hanya mencari kebahagiaan terutama kebahagiaan duniawi yang dikejar melainkan bagaimana setoap hal yang kita lakukan selama hidp mampu kita pertanggungjawabkan didepan Maha Hakim di pengadilan akhirat nanti. Sederhana bukan, melainkan sulit untuk menjalankan.

So.. Let’s do it. Lakukan ha yang baik dan produktif dan niatkan semua karena Allah swt. šŸ™‚