Sulit memang, dan memang sudah banyak hal yang jatuh dalam situasi dan perangkap ini. Dimula dengan suatu pendekatan sebagai seorang teman biasa, seiring berjalannya waktu berkumpul menjadi beberapa kelompok dan dengan intensitas yang begitu amat rutin menjadikan sebuah rutinitas baru untuk terus bertemu bahkan hanya sekedar bersama mencari makan, atau bersama-sama pergi kekampus. Yap.. dan benar adanya, kalau suatu hubungan selain hubungan adik kakak secara kandung sosok wanita dan laki-laki yang mengatakan dengan gamblang hanya teman biasa bahkan bersahabat dekat tidak mampu dipungkiri begitu banyak kejadian dan fakta diluar sana mengatakan bahwa pada akhirnya akan ada perasaan yang timbul diantaranya.

Dan ternyata.. itu bukan isapan jempol, sudah dari zaman dulu hal itu telah banyak terjadi dan mungkin saat ini kebanyakan remaja dewasa hanya melestarikan budaya seperti itu. Entahlah, saya pun juga tidak berani mengatakan lebih gamblang apa dan bagaimana hal itu terjadi.. Waktu, keadaan yang terkadang memang sangat mendukung seseorang untuk memilih mau seperti apa hubungan antara pria dan wanita berjalan. Apakah benar-benar tidak memiliki perasaan berlebih yang menjadikan sosok teman dekat (re:sohib) sebagai sosok yang menjadi pilihan kita untuk menjalin hubungan serius, atau kah memang seperti itulah jalannya untuk mampu membuat suatu hubungan lebih jauh. “Tenman, Sahabat, dan.. silahkan isi sendiri kelanjutannya”. Apakah akan menjadi sosok yang hanya mengisi waktu yang tidak tahu bagaimana akhirnya, atau yang jelas-jelas berani untuk mengutarakan isi hati untuk tidak lagi menjadi sosok sahabat yang setia menjadi pendengar namun tidak mampu memiliki melainkan menjadi sosok pendamping yang sama-sama menjalankan mimpi yang telah diukir bersama.

Bila berada dalam situasi seperti itu mungkin sangat sulit, jujur saya pun tidak tahu harus bagaimana bila dalam suatu kejadian sahabat dekat kita mengutarakan isi hati dan ingin membuat mimpi bersama serta mewujudkan nya bersama dalam ruang lingkup tidak lagi sebagai sahabat yang hanya mendengar dikala sedang bermaslaah atau hanay bertemu pada beberapa waktu. Tapi, ini lebih dari itu. Allahualam. Jodoh lagi-lagi allah swt yang tahu, saat ini bersahabatlah dengan siapapun lep[as dari itu biarlah pemilik hati yang menuntun. Berusahalah untuk tidak melibatkan perasaan didalam suatu persahabatan yang telah dibangun beberapa lama. Jadikan lah diri kita menjadi sosok sahabat yang baik bagi sahabat kita sendiri karena mereka adalah keluarga, dan harta yang tidak ada tandingannya.

love is difficult.. love is friendship??? i don’t know about that.. 🙂