Pada akhirnya entah aku atau kamu yang akan mengucapkan syukur atas keputusan “menyerah” ini. Entahlah..

Pada akhirnya entah aku atau kamu yang akan benar-benar “move on” atas final nya hasil yang telah diutarakan ini. Entahlah..

Pada akhirnya entah aku atau kamu yang akan benar-benar mengangkat bendera putih dan berhasil menghapus satu sama lain. Entahlah..

Pada akhirnya..

Aku, masih saat ini aku berharap jangan ada perubahan drastis seperti yang saat ini aku rasa, tapi memang harus.. HARUS!!

Aku, masih saat ini aku menginginkan hal yang baik-baik saja, sepeerti dulu lagi.. Tapi tidak seperti ini, tapi juga tidak seperti dulu.. Ahh, efek karena tidak merasakan sesuatu yang tulus..

Apa mungkin benar kata sahabat ku.. “itulah yang namanya tidak jodoh vemi…”

Ya,, ketika pengutaraan pertama kamu ucapkan “aku belum siap mendengarnya, sehingga penolakan pun diutarakan”, tapi ketika aku mencoba sedikit demi sedikit membuka hati “kamu nya yang ngak kembali menanyakanhal yang sama” sehingga aku kembali berpikir ulang.. dan ketika aku mengambil keputusan untuk benar-benar mundur “kamunya yang kembali menanyakan”.. Dan lagi-lagi.. TIMING..

ah.. entahlah, aku tak tahu.

Sangat ingin aku bertanya, saat ini aku dimatamu seperti apa?

Kamu mengatakan bahwa kamu “give up” tapi, masih saja kamu menuliskan hal-hal yang sering aku lakukan, kata-kata yang aku utarakan. ahh.. Yang benar saja..

Tak sedikit teman-teman dekatmu berkata “kenapa kamu tak ingin buka hati untuk cinta yang kamu beri pada ku.. ” dan aku sedikit bingung. Sebelah hati kiri mengatakan “iya aku ingin mencoba” namun di sebelah hati kanan ku berkata “aku belum siap dengan mu”.. dan pada akhirnya aku bingung..

Saat ini aku mencoba belajar, bahwa mr.dermawan adalah sosok yang memang aku kagumi. terlepas aku bertemu dengannya kembali itu hanyalah Allah swt yang mengatur, tapi bukan berarti aku menutup mata dan hati seperti beberapa tahun lalu. Aku belajar, belajar sedikit demi sedikit.

Ya, pada akhirnya aku tak tahu entah kamu atau aku yang akan menyesal terhadap keputusan ini. Tapi, aku hanya ingin melakukan yang terbaik saat ini. Terbaik.. bila yang terbaik adalah memang mendapatkan perlakuan beda darimu..aku terima. terima dengan lapang dada, meskipun aku merasa tidak adil.