“banyak yang suka ama lo vem, tapi kenapa lo ngak coba buka hati sih? udah dikenalin yang ini lo nya ngak mau, udah ada yang berusaha selama itu deket ama lo, lo nya ngak juga buka hati. cobalah buka hati  lo vem untuk orang-orang yang mencoba deket ama lo..”

Sepenggal kalimat diatas sedikit menganggu pikiran ku, apa memang aku yang tak membuka hati atau memang aku yang masih bingung menghadapi rumitnya hal “cinta” yang masih absurd bagi ku. entahlah.. aku yang memang naif ato memang aku yang sering sekali mengabaikan hal itu, tapi bisa saja tidak. Karena sedikit banyak ada beberapa waktu aku juga memikirkannya namun tidak berani untuk memikirkan lebih dalam dan lebih lanjut mengenai cinta. Bagi ku.. cinta adalah sesuatu yang absurd sebelum ada pernikahan tercapai.

Aku takut?? ya.. aku memang takut, karena memang aku belum berani untuk memulai suatu hubungan. Aku yang tidak membuka mata dan melihat sekitar bahwa ternyata dari mulai awal kuliah sampai sekarang telah menjalani koas memang tidak sedikit dan juga tidak banyak ada beberapa laki-laki yang mencoba untuk mendekat, namun lagi-lagi aku seperti berada di tengah laut diatas kapal yang bingung mau diarahkan kemana..

Ah..hal ini benar-benar menganggu ku. Aku yang kurang banyak belajar untuk mendapat pelajaran cinta, namun aku juga yang tak ingin banyak belajar untuk pelajaran ini. Dan mungkin kenyataannya adalah memang aku mendapatkan sikon yang seperti ini. Sikon yang harus aku hadapi dan alami karena cinta..zzzzz…