Posted in All about "Rivemi Gusyanti"

Disadari Oleh Namanya Apendisitis..

Semua karena si apendisitis ini, atau USUS BUNTU! “Harus dioperasi secepat mungkin dan sesegera mungkin”, begitulah petikan dokter yang menangani ku ketika ku tergeletak di ruang IGD di 2 rumah sakit yang aku jalani.

Karena si usus buntu,aku mengenal operasi pengambilan apendiks ku itu bukan dengan cara “APENDEKTOMI”, melainkan “LAPAROSKOPI”.

Karena si usus buntu, aku mencicipi untuk pertama kali seumur hidup ku di usia ke 22 tahun aku terbaring dan dirawat di rumah sakit, meskipun rumah sakitnya nyaman, dengan fasilitas yang baik, dan perawatan yang maksimal.

Karena si usus buntu, kedua tangan ku penuh dengan bekas suntikan infus untuk pertama kalinya.

Karena si usus buntu pula aku melihat ruang OK, aku melihat setiap yang masuk ruangan itu berbaju hijau,penutup kepala hijau.

Karena si usus buntu aku merasakan bagaimana rasanya tidak sadar dalam waktu 3 jam di ruang OK,tanpa sadar apapun yang terjadi dan rasa sakit apa yang aku alami, aku tidak merasakan.

Karena si usus buntu, aku melihat bengkaknya kelopak mata ibu ku, menangis, menciumi ku, dan mengelap air mata yang mengalir dari mata ku dan matanya.

Karena si usus buntu, aku merasakan bagaimana selang oksigen masuk kedalam hidungku.

Karena si usus buntu, aku disadari bahwa aku selama ini telah menyia-nyiakan sehat ku, kebugaran ku, aku lupa bahwa tubuhku harus butuh hak nya dipenuhi. Usus ku yang butuh nutrisi yang sehat, bukan mie instant, bukan makanan yang kotor, dan waktu makan yang teratur, serta olahraga yang banyak dan air putih yang bersih.

Karena si usus buntu, aku menyadari bahwa KESEHATAN jauh lebih penting dari apapun.

……. dan karena si usus buntu, aku menyadari bahwa ada sosok yang bukan satu darah dengan ku, sedang mendoakan ku dalam rintihan sakitku, sedang mencemaskan ku dalam operasi ku, sedang mengabaikan lelahnya dalam kelemahan ku, dan karena si usus buntu aku tersadar bahwa terima kasih saja tidak cukup, melainkan doa yang baik akan terus mengalir untuk sosok tersebut. Terima kasih, barakallah..

-25 Juni 2013 pukul 02.00 wib RS. Siloam Srwijaya, Laparoskopi-

 

 

Author:

Gadis yg selalu minta ampunan ama Allah swt atas segala dosa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s