Tak berani aku berkata ini cinta..karena aku tau cinta yang hakiki hanyalah kepaa Allah swt..
Bagaimana dengan mu?  Sekarang cerita “dia” telah terkikis sedikit demi sedikit dengan cerita tentang mu. Kamu..ya kamu. Aku jadi suka bingung sendiri kenapa kamu seperti ini.
Aku tidak pernah sadar dan tahu bahwa kamu menyimpan perasaan itu dengan rapi seakan hanya memang kamu sendiri yang tahu atau kamu sendiri yang sedang bertanya-tanya  dalam hati apakah benar perasaan mu itu padaku.. (is it love?)..

Kamu.. ya kamu.. kenapa kamu seperti ini kepadaku?Aku tidak pernah melihat orang seperti mu menitikkan air mata seperti engkau melakukannya didepan ku, atau hanya melewati suara sekalipun.
Kamu..ya kamu.. kenapa kamu sepert ini kepadaku? Ketika aku meminta ingin lepas dan istirahat kamu mengatakan “tidak bisa dan tidak ingin”. Bahkan hanya 4 mnggu untuk beristirahat saja kamu tak mau. Apa kamu tak lelah? Aku lelah pada satu titik. Tapi kamu datang dengan suara mu yang tetap lembut tanpa meninggi.. kamu mencoba untuk membuat perjanjian dengan ku.

Kamu..ya kamu.. aku sering mngatakan kamu sepertinya gila. Dan kau berkata tidak.. kamu tidak gila.. kamu.. kenapa kamu seperti ini kepada ku. Kamu selalu tahu bagaimana menyikapi aku yang terkadang terlihat lelah namun harus mampu terpampang kuat. Kamu tahu itu..tahu persis dimana kamu harus merendahkan suara, ketika aku meronta dan meniggikan suara. Kamu tau kapan kamu harus mengernyitkan dahi untuk menggantikan ekspresi bahwa saat itu aku harus mengikuti pendapatmu. Kamu tau kapan kamu harus mencari solusi dari tiap tangisan ku. Dan kamu tau.. ada beberapa hal yang membuat ku tak habis pikir terhadapmu.. kamu.. itu.. suka dikasih tau dan kamu mau untuk belajar..

Kamu..ya kamu.. aku belum tentu bisa seperti kamu tapi aku suka belajar.. dan belajar dari kamu.
Kamu no 07 ku… 🙂

Advertisements