Posted in All about "Rivemi Gusyanti"

Poetry

Gemuruh itu datang, ketika jiwa tak siap.
Badai itu menyerbu, ketika gemuruh belum selesai.
Sekarang, gemuruh badai beserta angin ribut muncul secara bersama.
Muncul dan memporak porandakan rasa..

Air mata kini jatuh.. jatuh basahi mukena..
Tangan menengadah untuk memohon.. memohon ampun dan meminta kedamaian..

Diam dan bercermin.. nikmatnya begitu besar namun hati sedikit mengingat..
Diam dan bercermin.. sepertinya memilih untuk bertanya pada diri sendiri..
Diam dan bercermin.. kenali diri sendiri dan lihat.. apa dan bagaimana yg diri ini hendak.
Diam dan bercermin.. cukup sudah bersikap layaknya anak kecil.. menyalahkan keadaan dan orang lain sementara diri ini lah asal muasalnya.
Doa dan bercermin..semoga Allah swt selalu memberi hidayah dan hikmah untuk menjadi dewasa.

Author:

Gadis yg selalu minta ampunan ama Allah swt atas segala dosa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s