Posted in All about "Rivemi Gusyanti"

Anti mainstream? May be..

Aneh, gak juga.. biasa aja ngejalanin hubungan ini, lebih ke arah bingung. Seperti bertolak belakang semua..baik sifat wanita maupun sifat pria.

Oke..anggap saja, ini cerita dari seorang wanita yang lagi (fall’in love).. *telat sihh jatuh cintanya, karena bru jtuh cinta hampir mndekati 1 thun hbgan #oke, abaikan.

Kebanyakan, wanita selalu ingin ditanya ama prianya pagi, siang, sore, malam. Minimal..nanya “pagi ini kemana? Jam brpa perginya? Jangan lpa sarapan, slmat beraktivitas..” terus siangnya nnya “udh mkan siang? Mkan siang apa? Dgn siapa? Istrht ya..jgn kecapekan”.. sorenya “kamu lagi lgi ngapain? Tdi gmna di kampus/kantor?” And then..malamnya “udh makan malam? Lagi ngapain?.. (kring kring) lanjut ditelpon”..

Oke..sedikitnya itulah kebanyakan aktivitas yg dilakukan orang banyak. Sebenarnya memang prhatian, tapi dibalik itu semua.. ada wanita yang mungkin juga tidak terlalu suka dengan hal tersebut. Gimana tidak, saya pribadi sedikit terganggu dengan aktivitas itu. “Hape gw bukan cuma lo doang keleuss yg ngehubungin..” (haha..gak..gak ini terlalu kasar).
Jadi gini, kalo sebanyak itu dan sesering itu komunikasi, saya benar2 cukup gerah dan bosan. Saya punya aktivitas dan dia juga punya aktivitas, yg mungkin tidak bisa menjadikan 4 waktu itu untuk menjalin komunikasi yg begitu monoton.

Bagi saya pribadi, 2 waktu saja cukup. Pagi, pagi disini setelah sholat shubuh. Tidak ada lagi cerita habis sholat tidur lagi, karena disaat itulah aktivitas dimulai, dan pintu rejeki terbuka lebar. Bukan hanya rejeki materi, rejeki ilmu pun terpampang luas. Mengucapkan selamat berakitivtas dan ttp semangat sepertinya cukup memulai pagi dengan baik. Dan selanjutnya waktu malam adalah waktu yg pas utk menceritakan semua hal yang terjadi selama lebih kurang 12 jam.. dan bagi saya tidak mesti harus via telpon. Karena bagi saya pribadi juga, dengan sekedar chattingan cukup. Kita juga harus realistis.. esok masih ada waktu dan masih ada hari yang menuntut kita untuk tepat waktu,dan hal itu membutuhkan keadaan fisik yang baik dan cukup.

Tak perlu memaksakan diri, dan tak perlu menjaga image untuk kuat, bila memang tak kuat katakan, bila mengantuk dan ingin tidur katakan ingin tidur. Bahkan bila ingin buang air pun, katakan. Karena itu salah satu bentuk penghargaan dan penghormatan kita kepada pasangan kita. Jujur dari hal kecil itu jauh lebih baik.

Bila memang kebanyakan orang menjadikan sabtu malamnya sebagai waktu berkualitas dengan pasangannya, maka tidak dengan saya, bagi saya pribadi waktu berkualitas adalah kita memiliki tujuan, dan tujuan pertemuan itu bukan hanya utk kepentingan pribadi. Jadikan pertemuan itu sebagai bentuk utk menjadikan kita berguna satu sama lain. Gunakan saja pepatah “sambil menyelam minum air”. Kita bisa bertemu sambil makan dan minum misalnya, mungkin setelah kita mencari pasien untuk kelangsungan koas kita mungkin. Atau mencari bahan dan barang untuk keperluan koas secara bersama, atau mengerjakan pekerjaan koas kita secara bersama2.. setidaknya kita dihindari dari niat yang cuma ingin bertemu dengan dasar “rindu”.. pertemuan tak terlalu sering membuat waktu berkualitas jika ada momen dimana kita bersama pasangan kita bertemu dan berbincang.

Anti mainstream? Ya..bisa jadi.. tapi entah knpa rasa nyaman terbentuk. Menjadikan setiap pertemuan, obrolan menjadi amat berkualitas.

Mungkin, memang aku sedang jatuh cinta. Entah kenapa jatuh cinta pada momen “mendengar penjelasan mengenai ilmu yang belum aku pelajari,membuat rangkaian kabel listrik, merakit rak buku, minta izin untuk  berkata ngantuk, menjadikan komunikasi berkualitas meski tak tiap waktu, menerima setiap penolakan ku, mendengar ceritacerita ku tanpa menyela, menuruti semua keinginan ku, dan aku jatuh cinta padanya sekali lagi.. karena dia membuat ku ingin membuang keras kepala ku ini yang amat bandel..

Terimakasih ans. Entah kenapa aku bisa juga dibuat mu jatuh cinta..
Terimakasih.. dan terimakasih untuk tak pernah menuntut ingin ke bioskop berdua selama kita sama2, tak pernah menuntut utk dating tiap malam minggunya, dan terimakasih untuk sabar mu dan ketahanan inginmu utk seperti teman2mu dengan pasangannya. Terimakasih kamu sadar dan terimaa bahwa aku antimainstream.

Terimakasih kamu membuatku “trapped in love with you“(terjebak dlm cinta mu)…
Semoga tujuan kita segera terlaksana. Segera selesaikan pendidikan profesi ini, kerja keraslah untuk mmpersiapkan menyempurnakan 1/2 agamamu.. semangat!

Author:

Gadis yg selalu minta ampunan ama Allah swt atas segala dosa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s