Bagaimana bila kamu menginginkan seseorang beraksi untuk mu? Bekerja untuk mu? Berjuang untuk mu?
Tidak perlu dipungkiri, kamu pasti akan amat bersyukur, berterima kasih, dan amat mencintai.

Namun, bagaimana bila yang kamu inginkan hanyalah sebuah angan kosong, sebuah harapan di ujung semu? Tidak perlu juga ditangisi, diratapi..

Buatlah harapan dan perjuangan yang dirimu harap dilakukan oleh seseorang tersebut kamu sendiri yang melakukan.
Tak butuh sepertinya waktu untuk menunggu aksi seseorang bila orang tersebut ternyata tak memiliki kemampuan untuk beraksi dihadapanmu.

Memang kamu adalah makhluk yang menginginkan perjuangan, menginginkan aksi demi aksi dari orang yang tak asing dihidupmu. Namun, realistis la.. bila memang dia baik untuk mu tanpa perlu kamu menunggu dia akan bergerak menuju kepadamu. Bila memang dia orangnya, dia akan beraksi dan berjuang ke arah mu. Menemuimu.

Namun, realistis la..bila memang tak ada aksi, tak ada perjuangan, siapkan dirimu. Karena bisa jadi Tuhan menunjukkan cara yang lain..tunggu saja.

Sakit? Pasti..berharap namun kosong. Berharap namun semu.
Berharap di jadikan tujuan, dijadikan tempat untuk melihat aksi, itu hanya sebuah angan yang sembari engkau pikirkan di bawah pohon sambil berbaring di ayunan tidur..

Berhenti menunggu aksi, karena tak akan ada aksi yang ditujukan kepadamu.

Advertisements