Kata cukup sepertinya hanya bualan saja dalam hidup kita.
Kata berhenti pun sepertinya hanya sepintas.
Kata selesai tak kan pernah ada batasnya bagi kita.
Kata berakhir jangan sampai terucap.

Bagaimana bisa, bila kita telah memiliki dan menyetujui kesepakatan tapi kita justru mengingkari.
Bagaimana mungkin bisa berjalan sesuai rencana, sesuai doa yang dipanjatkan bila kita justru tak memperlihatkan usaha. NOL!

Berhenti, cukup, menyerah, selesai dan berakhir.. layaknya memang itulah kondisinya.

Anggap ini adalah hukuman yang memang harus kita lakukan. We do!!!

Berhenti! Atau pergi!

Advertisements