​New year 2017

Dibalik dari kalimat resolusi 2017, akan ada beberapa rentetan rencana yang ternyata sama saja kalimatnya dengan tulisan resolusi tahun sebelumnya. Entah itu ditahun 2016 atau bahkan dari 2014 mungkin 2002. Begitulah, semuanya terkesan BULLSHIT akan semua resolusi yang dibuat untuk segala rencana yang akan dilakukan pada 1 tahun yang akan dijalani. Seakan menjadi pemecut untuk melaksanakan semua rencana yang telah di list jauh sebelum tahun baru akan muncul. 

Bagi saya pribadi, tidak ada yang salah akan membuat resolusi ditiap tahunnya karena saya pribadi pun juga pernah membuat resolushit di tiap tahunnya (maaf bila kalimatnya kurang sopan). Tapi entah kenapa makin kesini saya merasa beberapa resolusi yang saya buat justru sedikit banyaknya lari dari list, dan justru makin kesini semua resolusi itu hanyalah bullshitan semata yang tertinggal di sebuah buku atau hanya mungkin dikertas yang akan tunggu waktunya untuk dibuang.

Sekarang memang saya tidak dengan sengaja dan berniat hati untuk membuat resolusi tahunan seperti saya yang beberapa waktu dan tahun lalu. Saya tak ada resolusi khusus karena tiap tahunnya saya selalu memiliki resolusi utama saya MAKIN BAIK., that’s it. Dan saya pribadi merasa semua resolusi yang banyak itu akan tidak ada artinya dan makna nya bila saya tidak MAKIN BAIK. 

Makin baik disini saya jadikan dalam seluruh aspek. Resolusi yang membuat saya merasa sangat sulit untuk saya lakukan. Saya merasa berhasil melaksanakan resolusi di tahun 2016 untuk lulus menjadi seorang dokter gigi. Tapi apakah saya MAKIN BAIK? Belum tentu. Apakah saya MAKIN BAIK dalam beribadah? MAKIN BAIK dalam bersikap, berpikir, memperlakukan orang tua, saudara, keluarga, teman2 dan semua lingkungan saya? 

Bagi saya sekarang, semua plan yang saya tulis dari awal saya kenal dengan kata RESOLUSI itu tidak ada artinya bila saya tidak melakukan resolusi utama MAKIN BAIK itu. Dan ternyata setelah saya telaah lagi, bagi diri saya pribadi untuk apa merayakan tahun baru begitu amat meriah bila ternyata kita memiliki banyak PR yang membuat kita tidak perlu berlebihan merayakan tahun baru. Tahun baru hanya milik pelajar atau siswa yang jelas2 masuk dalam kelas baru, kurikulum baru, pelajaran baru, atau bahkan teman baru. Tapi tidak dengan orang dewasa yang saat ini justru harus memiliki sifat dan sikap untuk menjadi BAIK dalam segala aspek kehidupan yang telah lebih dari 12 tahun kita dicekokin dengan teori2 keilmuan yang sekarang kita nikmati hasilnya. Bagi orang dewasa yang sudah bekerja dan saat nya mengabdi kan ilmu, mengimplementasikan ilmu yang selama ini didapat.

Saya memang memiliki banyak sekali resolusi, ingin ini ingin itu banyak sekali.. (lah,jadi lagu doraemon :p)akan tetapi saya sadar resolusi tidak dibuat hanya ditahun baru. Pernah mendengar kalimat indah “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus jauh lebih baik dari hari ini”. Kalau sudah ada kalimat seindah ini lalu kenapa mesti sekali untuk membuat ritual resolusi di tiap tahunnya (maaf ini pemikiran saya secara pribadi). Karena saya berpikir bila kita dianjurkan untuk menjadikan hari ini harus jauh lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus jauh lebih baik dari hari ini secara tidak langsung itulah inti dari RESOLUSI. 

Resolusi itu dilakukan tiap hari, bukan tiap tahun. Resolusi itu bahkan dianjurkan untuk dilakukan per jam nya. Berdasarkan kalimat indah itu. Kalimat yang menjadi impian semua orang. Mungkin bukan impian, justru itu adalah sebuah rencana yang secara tidak sadar kita telah melistkannya bahkan didalam hati untuk apa yang akan kita lakukan besok. Bukan tahun  depan. 

Sederhananya, kita disuruh untuk melakukan hal yang lebih baik dari hari kemarin, dan mempersiapkan jauh lebih baiknya untuk hari esok agar kekurangan hari ini bisa tertutupi. Tanpa sadar hal sederhana itu kita anggap remeh makanya tiap tahun tercetus lah resolusi tiap tahunnya yang tanpa kita sadari juga bahwa resolusi tahun kemarin dan kemarinnya lagi kita copy paste. 

Bagi saya saat ini resolusi MAKIN BAIK itu belum juga mampu terselesaikan dengan rampung di tiap tahunnya. Sehingga apa yang saya lakukan di tiap harinya hanyalah berdasarkan asas kalimat indah itu. Saya lakukan apa yang saya rencanakan dan saya lakukan yang terbaik dan semaksimal mungkin di hari ini, bila kurang akan saya tambahkan esok, bila kurang lagi akan saya tambahkan di lusanya. (lagi2 itu hanya menurut saya prribadi). Tapi bukan berarti saya tidak memiliki beberapa rencana yang saya buat dan saya inginkan. Saya juga manusia yang memiliki beberapa keinginan dan rencana,tetapi saya sadar saya hanya mampu menuliskan rencana dan menyusun apa saja yang dibutuhkan untuk rencana itu. Untuk finishing akhirnya bukan lah saya yang memegang kendali, melainkan Allah swt. Yap, Dial ah yang memiliki hak paten dari semua apa yang saya rencanakan, Dia lah yang menandatangani semua. Balik-baliknya lagi, apa semua yang saya rencanakan itu sudah MAKIN BAIK atau tidak. 

Jujur, pasca saya menjalani perkuliahan menjadi seorang tenaga medis membuat saya banyak belajar bahwa memang saya bisa berencana melainkan Dia lah yang memegang kendali dari semua kehidupan saya. Saya hanya menulis, namun Dialah yang menyetujui. Resolusi saya buat,tapi bila Allah swt tidak menyetujui saya bisa apa? Saya tidak bisa apa2. Dan saya belajar tentang arti dari sebuah keikhlasan bagaimana mencoba belajar untuk ikhlas tentang semua yang saya lakukan dan semua kebaikan yang saya coba lakukan namun belajar untuk melupakan semua hal yang dianggap baik itu agar apa? Agar saya diajarkan untuk menjadi lebih baik lagi. 

Tidak ada yang salah dengan resolusi di tiap tahunnya, tapi jangan pula berpikiran bahwa resolusi hanya dibuat dalam satu tahun sekali atau planning2 besar dibuat diawal tahun akan tetapi jadikan resolusi itu tiap hari, bahkan tiap jam karena menjadi baik itu tidak menunggu momen tahun baru,,tapi tiap hari bahkan tiap detik. Jika detik ke 13 kita berniat jahat jadikan detik ke 20 kita berubah menjadi baik, karena mati tidak menunggu resolusi terlaksana semua bukan. 

Maaf bila tulisan ini seakan menggurui dan sebagainya. Lebih dan kurang saya mohon maaf sebelumnya, ini hanyalah sebuah celotehan hati kecil saya mengenai beberapa orang yang mengatakan bahwa tiap tahunnya harus memiliki resolusi. Ingat, berubah itu tidak menunggu datangnya tahun baru, berubah itu tiap hari, tiap waktu. Jadilah orang baik, karena Allah swt mencintai orang baik. 😊

Terimakasih