Dentistry

Fraktur/ Patah Gigi Bisa Dirawat Kok. 😀

Kali ini sharing nya yang berbau profesi dulu ya.. 😀,kemarin dapat pasien dengan kondisi fraktur email dan langsung dilakukan perawatan pada gigi tersebut dengan direct restoration.

Sebelum ngasih tau case nya apa, izinkan saya ngasih tau dulu penjelesan mengenai fraktur gigi dan klasifikasi fraktur menurut Ellis.

Fraktur Dental (gigi) adalah patahnya atau hilangnya,atau lepasnya fragmen dari suatu gigi utuh yang biasanya disebabkan oleh adanya trauma atau benturan.

Menurut Ellis ada beberapa klasifikasi fraktur dental yaitu:

•klas I : fraktur mahkota sederhana yang melibatkan email

•klas II : fraktur mahkota yang lebih luas yang telah melibatkan jaringan dentin tanpa melibatkan pulpa

•klas III : fraktur mahkota gigi yang melibatkan jaringan dentin dan menyebabkan terbukanya pulpa

•klas IV : trauma gigi yang menyebabkan gigi menjadi non vital dengan atau tanpa kehilangan struktur mahkota

• klas V: trauma pada gigi yang menyebabkan kehilangan gigi / avulsi

• klas VI: fraktur akar dengan atau tanpa kehilangan struktur mahkota

• klas VII: perubahan posisi / displacement gigi

• klas VIII: kerusakan gigi akibat trauma atau benturan pada gigi yang menyebabkan mahkota yang besar tetapi gigi tetap pada tempatnya dan akar tidak mengalami perubahan

• klas IX: kerusakan pada gigi sulung akibat trauma gigi depan

Nah disini, setelah udah tau klas2 dari fraktur atau patahnya gigi jadi lanjut aja apa case yang didapat beberapa hari lalu di praktek saya.

Anamnesa: pasien datang dengan keluhan gigi depan nya patah dari dia SD. Pasien tersebut ingin di perbaiki giginya, karena pasien ingin tes kepolisian.

Tes vitalitas : perkusi (-), palpasi (-) gigi masih vital.

Diagnosa : pulpitis reversible, dengan fraktur elis klas 1

Th: pro opdent composite resin (Direct restoration)

Ini adalah case dengan fraktur email. Dengan terlebih dahulu di isolasi menggunakan rubber dam, kemudian, menggunakan putty untuk mendapatkan cetakan palatal agar palatal wall nya terbentuk, bila telah keras kemudian saya coba untuk membuat bevel sedikit dibagian labial dan palatal sepanjang garis fraktur tersebut. Setelah preparasi selesai, maka saya lanjutkan dengan etsa dan bonding, kemudian saya aplikasikan cetakan putty tadi untuk membuat palatal wall dengan menggunakan flow komposit,tipis saja.

Setelah terbentuk bagian palatal nya kemudian saya lanjutkan dengan membuat sisi distal dari gigi tersebut yang terlebih dahulu menggunakan matriks. Menggunakan komposit pasta dengan shade A2 body, agar lebih transparan. Untuk diketahui gii.pasien ini berada di shade A2. Terlihat lebih putih. Sehingga saya lebih banyak mengaplikasika. Warna A2, baik A2 enamel, dan A2 body,utk bagian dentin saya sedikit menggunakan A3 dentin..

Setelah diyakin selesai, jangan lupa untuk polishing menggunakan white stone, dan beberapa alat poles lainnya yang membuat tambalan tersebut lebih mengkilap dan tidak ada step diantara gigi dan bahan tambalan. Jangan lupa untuk di cek oklusi menggunakan articulating paper.

Tidak lupa setelah itu difoto. Sehingga pasien bisa merasa ada perubahan sebelum dan setelah ditambal. *nb: foto ini telah disetujui oleh pasien kok.😊

Oh iya satu lagi, semoga ini bermanfaat,dan mohon maaf kalau penjelasannya ada yang kurang2, ntar klo ada case yang bakal di share disini bakal saya tulis lebih rapi lagi dari ini. Termasuk foto yang tiap tahapannya.

Hatur nuwun..terimakasih.🙏

Advertisements
Opini

Belajar Memaknai

Mau share sedikit tentang apa yang gue dapatin selama 1 tahun belakangan ini terutama setelah gue jadi dokter gigi. Dimana dunia kerja akan jauh berbeda dari dunia pendidikan dimana lo bakal ketemu lebih banyak lagi watak manusia yang bakal lo hadapi terlebih lo kerja di dunia kesehatan yang notaben nya lo harus melayani masyarakat dari kalangan manapun. Dan disinilah seru plus seni nya dimana lo harus bisa menempatkan diri lo baik dari segi tutur bahasa lo, dari segi pemikiran lo, sikap lo, bahkan mungkin dari gestur tubuh lo yang bisa aja akan mampu dibaca sama yang berhadapan ama lo.

Gue disini bukan sebagai orang yang udah berpengalamannn bangeeettttt di segi ini, ini hanya opini gue yang gue rasain pasca gue kelar dari status mahasiswa. Gue akan cerita gimana rasanya setelah menjadi seorang doker gigi, yang ternyata coy,,, dokter gigi itu dipandang diluar sana adalah profesi yang menghasilkan pundi-pundi materi yang tumpah ruah, yang tajir, dan dari segi penampilan bisa ke detect kalo lo adalah seorang dokter gigi. Come on, Men.. kalo boleh jujur gue jauh dari itu semua. Gue terlahir dari keluarga yang sederhana meskipun temen-temen gue bilang gue mampu untuk dikasih kendaraan roda empat pas gue kuliah tapi faktanya, jangankan kendaraan roda empat, roda dua aja gue gak dikasih selama gue kuliah, selama gue menginjakkan kampus untuk pertama kalinya, sampai gue mengucapkan selamat tinggal dengan gerbang kampus gue. Selama 7 tahun lebih gak ada bagi nyokap bokap gue memfasilitasi kendaraan, bahkan lebih spesifik lagi untuk handphone aja bokap gue gak pernah ngeluari  duit dari  pertama kali gue dibeliin hape SECOND di kelas 1 SMA. Dan selama itu juga gue bersusah payah untuk nabung atau untuk mengejar hadiah yang diiming-imingi oleh kakak2 gue sebagai kado. Bagi orang tua gue, sekolah gue adalah sekolah yang biayanya gak murah, jadi belajar bersyukur dengan apa yang udah dikasih dan kalau mau sesuatu gue mesti usaha. Usaha nya dengan apa? Ya macem2, ada dengan usaha gue nabung tiap bulan agar gue bisa memenuhi target gue berapa bulan lagi gue akan dapat apa yang gue pengen, atau gue harus menerima tantangan dari kakak gue yang udah kerja kalau gue mau minta sesuatu. Dan menurut gue itu adalah hal yang justru ngebuat gue jadi orang yang sadar betul gimana belajar bersyukur, dan memaknai sebuah proses. Gue tau proses nya panjang, jadi gue akan belajar bersyukur dengan hal kecil, meskipun gak gue pungkirin gue kadang juga kesel, ngerasa nyerah dengan kondisi dimana ada setan masuk yang ngebisikin gue untuk jadi manusia yang kufur dan disitu juga gue mesti buru2 ngebalikin dan ngecas sistem imtaq gue.. biar gak kebablasan.

Oke, dari didikan nyokap bokap gue yang sangat menjunjung tinggi dengan kesederhanaan dan hal-hal yang gak begitu penting dengan namanya GENGSI jjadilah gue sebagai dokter gigi yang muda banget, yang cupu, yang biasa banget. Meksipun udah bisa bawa mobil, bokap belum ngizinin untuk bawa mobil pas kerja di hari pertama gue setelah gue jadi dokter gigi. Gue diantar dan dijemput. Karena gue adalah orang yang makin pusing ketika gue ditunggu seseorang dan gue menunggu seseorang untuk mengantar dan jemput gue, alhasil gue  bawa motor kemana-mana. Gue meminta dengan bokap gue untuk gue dibuatin SIM C baru, karena sim gue yang selama menemani gue kuliah sudah hangus karena gak diperpanjang otomatis gue mesti ngulang dari nol buatnya. Jadilah gue sebagai dokter gigi baru dengan menggunakan motor, gak jarang juga gue kena perilaku yang menurut gue aneh aja gitu dengan status gue sebagai seorang dokter trus pas orang lain tau gue bawa motor ekperesi mereka pada gak percaya.

Mulai dari tukang parkir klinik gue yang ngira gue adalah pasien , trus disuruh minggirin motornya karena gue parkir di bacaan “parkir dokter”, LAH..??!! Untungnya pegawai apotik dari klinik tersebut tau gue adalah dokter gigi dan ngasih tau ke abang2 tukang parkirnya kalo gue dokter, dan tentu saja setelah itu tukang parkirnya gak enakkkk hati banget dengan gue, dan berefek setiap harinya tiap gue datang ke klinik, parkiran motor untuk gue selalu di kosongin. Gue gak masalah sih setelah kejadian itu karena gue tau  dokter gigi yang diklinik itu semuanya pakek mobil, dan cuma gue sendiri yang pakek motor, dan cuma gue sendiri juga dokter gigi yang makek sepatu cats, dan gak bemakeup sama sekali datang nya. Wajar gue dikira pasien, gue biasa aja, ya karena gue emang biasa aja dan gak bisa dandan.

Gak cukup disitu aja, pada saat razia pun polisi pernah ngeberentiin gue dan ngelihat surat2 kendaraan bermotor gue, dan doi ngelihat gelar gue yang ditulis di SIM C, (karena pada saat buat sim baru, gue disuruh nulis gelar gue, padahal awalnya gue kosongin. Tapi kata pak polisi nya harus dibuat).  Terus setelah lihat gelar gue di SIM C itu yang tadinya pak polisi itu ngebentak gue disaat nyuruh gue minggir ke badan jalan, dia langsung gak keenakan dan langsung lembut ngomongnya, bahkan basa basi dan karena surat gue lengkap gue gak jadi ditilang, tapi cuma dikasih tau kalau plat motor gue angka nya jangan divariasiin.. *sekali lagi, gue beli motor aje itu gak baru coy, gue belinya SECOND baru dipakek 3 bulan habis itu ada yang jual gue beli. Okelah, disitu gue bingung,sampe seberpengaruh itukah gelar dokter gigi? Gue sih gak masalh dengan sikap pak polisi nya, cuma yang gue bingungin ya itu, cepat banget berubah sikon razia nya pas tau gfue dokter gigi, yang tadinya polisi yang ngomong ama gue satu, jadi nambah.. terus yang pertama yang ngebentak gue ngebiarin gue jalan dengan muka gak keenakan.

Lanjut lagi,disaat gue balik dari praktek gue menggunakan motor *again* meskipun kali ini gue udah dibolehin bawa mobil kemana-mana tapi ada sikon dimana gue memilih untuk bawa motor aja, karena lebih ringkas, dan gue bisa menghemat 10 menit sampai di tempat praktek ketimbang gue bawa mobil yang bisa sampai 30 menit perginya. DAn ketika diparkiran motor, ada pasien gue yang juga sama2 mau pulang dan dia bilang “dokter naik motor ya dok?” -dengan ekspresi muka gak percaya. Gue jawab “iya ibu, saya naik motor emang. Cepat soalnya. ” -sambil masang helm. Pasien itu balas lagi “oalah.. iya iya dok. ” dengan ekspresi muka ngangguk2 seakan gak percaya. Lagi-lagi gue sih biasa aja digituin, banyak yang gak percaya. Banyak gak nyangkanya kalo gue seorang tenaga medis tapi gue naik motor,panas2an, pakek jaket. Tapi yang gue bingungin adalah, apakah sampe sebegitunya profesi gue sampe bisa tau dari jenis kendaraan yang dia pakek. Dan dengan itu gue semakin cinta dengan motor gue, tiap hari motor gue selalu guepkake, gue lengkapin isinya, jas hujan, kanebo, trus minyak gue beli yang gak ecek2, seminggu sekali selalu ke cucian motor, helm nya yang mulus, gue seneng gue nikmatin. Tapi ternyata lingkungan gue gak kayak gitu.

Lingkungan gue adalah lingkungan bermobil, lingkungan yang dimana lo ketika mau pergi, ketika lo masuk kendaraan makeup lo cetar, pas ketemu di tempat janjian juga cetar. Dan tibalah disaat gue seminar, dimana gue ngerasa benar adanya GENGSI di profesi gue itu gila-gilaan. Disaat lo datang untuk ngambil ilmu dari pembicara seminar, tapi lo ngerasa kayaknya lo salah masuk tempat. Bisa jadi lo berada di arisan-arisan tajir. Gue yang datang ke seminar hotel masih dengan menggunakan motor ternyata gue satu2nya dokter gigi yang datang makek motor dan turun di lift di parkiran khusus motor. Yang lain pada turun dari lift tapi berhenti di parkiran mobil. Cuma gue sendiri.. rasanya apa? nah ini yang aneh, disini gue ngerasa berpikir panjang… gilaaaaaa,,,,sampe gini banget kerjaan gue, sampe kendaraan itu super duper penting,.. dan banyak yang bertanya parkir kendaraan dimana, gue bilang gue bawa motor. Dan semesta mendukung banget, setelah seminar hujan parah, ketika yang lain pulang gak pakek basah, gue?? gue dengan muka senyum2 makek jas hujan yang kegedean, makek masker, sambil masang helm, dan senyum dengan gak lupa baca doa turun hujan. Gue melintasi lobby hotel yang berisikan dokter gigi dengan mobil dan jemputannya. Dijalan gue ngomong sendiri dengan pikiran gue, apa gue cocok di profesi ini? bahkan gak sedikit mobilnya di buat plat yang mengidentitaskan dia adalah dokter gigi.

Disini gue belajar bahwa ada yang tinggi diatas ILMU yaitu GENGSI. Meskipun lo punya ilmu, lo pintar, keahlian lo bagus, tapi ketika lo berada di lingkungan yang ternyata berbeda dengan kehidupan sederhana lo, lo harus siap. Siap untuk bersabar denga tatapan mata bahkan bisa saja dengan ucapan yang mungkin akan menyakitkan seperti “masa dokter gigi bawa motor, mobil dong..” atau “bawa mobil la, biar kelihatan dokter nya”. Yang buat gue bertanya tanya adalah, emang kenapa kalo lo dokter? emang kenapa dengan profesi dokter? apa yang ngebuat seorang tenaga medis di pandang adalah profesi yang tajir, tanpa tau bagaimana resiko dibalik kerjaannya.

Jujur, gue gagal paham dengan hal ini, dimana kendaraan bisa nunjukin identitas lo. Ketika lo lebih butuh pengakuan dari orang lain dari segi apa yang lo bawa ketimbang mendapatkan pengakuan dari segi apa yang lo berikan.

Ini opini gue, hidup secara sederhana itu enak, lo bergaya biasa aja, bawaan lo biasa aja, dan lebih penting lo tau penggunaannya dan menempatkannya. Bukan untuk berniat pamer atau mungkin sebagai identitas.. Bahagia itu sederhana. Dan gue pribadia sama sekali gak peduli dengan omongan orang yang selama ini gue dapatin ketika gue sama sekali tidak terlihat sebagai seorang tenaga medis yang dikira orang. Karena setelah gue melepas atribut perlengkapan gue kerja dalam menangani case pasien gue bukanlah seorang dokter gigi, gue adalah gue.. Biasa.  🙂

 

daily life

iri (an)

Pernah dengar yang namanya rezeki tiap orang itu berbeda-beda udah ada jatahnya masing-masing. Lo gak bisa mengotak atik hak prerogatif Allah swt buat hambaNya. Ketika lo ngerasa sirik dengan temen lo tanpa sadar lo ngebuat diri lo sendiri sulit, makin sulit karena mau gak mau lo bakal bermain dengan pikiran lo yang buruk, merasa paling susah sendiri, merasa paling gak beruntung, dan semua pikiran jelek lainnya dan selamat lo akan jadi manusia yang kufur akan nikmat Tuhan yang udah dikasih ama lo.

Berhentilah untuk menjadi manusia yang suka kepo dengan rejeki orang. Ketika lo ngerasa rejeki orang lebih dari lo, bisa jadi lo aja gak tau apa yang sudah dialami ama dia, apa yang udah di ambil dari dia, dan gimana dia menghadapi tiap ujian, nikmat dari Tuhannya,yang mungkin lo sendiri gak tau kalo dihadapin dengan kondisi itu lo bakal gimana. Lo gak tau apa yang udah dialamin ama dia apa dia selama ini ternyata bertemu dengan orang yang ngedzalimin dia selama dia bergaul, dia di fitnah, dia dikhianati dan bisa aja kan rejeki yang lo lihat sekarang enak ini adalah sebuah hadiah dari Tuhannya karena sabarnya.

Dan satu lagi rejeki itu bukan hanya berbau uang, berbau materi. Ingat udara yang lo hirup tiap hari itu adalah rejeki besar, bahkan saat bangun pagi lo bisa buka mata dan lo tau kalo lo masih diberikan kesempatan untuk hidup hari itu, itu adalah rejeki terbesar yang gak akan sebanding denganuang yang lo iri-in itu. Jadi manusia yang bersyukur itu tenang. Lo juga tenang menjalani hidup. Mau gimanapun temen lo tajir nya kayak apaan tau dan lo cuma punya duit biasa biasa aja, seengaknya satu yang lo harus sadari lo masih bisa hidup dengan cukup. duit lo cukup untuk makan, cukup untuk pergi kesana sini, cukup untuk beli apa yang lo pengen tanpa lo mesti ngutang atau lebih kriminal lagi.

Cukup kan untuk bersikap kepo dengan rejeki orang, dengan pendapatan orang, dengan kehidupan finansial orang. Cobalah untuk menjadi manusia yang bersyukur, mensyukuri apa yang udah lo capai. Iri itu menutup semua kebaikan, justru lo bakal suudzon nantinya dengan Allah Swt. Lo bakal mikir kenapa rejeki lo segini gini aja gak kayak temen-temen lo. Ingat, semua makhluk dimuka bumi ini udah di kasih ketetapan ama Allah swt rejeki nya, jodoh, hidup dan matinya. Jadi, gak usah takut apalagi jadi manusia iri-an.

Hidup akan jauh lebih damai dan indah ketika lo bisa mensyukuri hal yang sedikit. Karena hal kecil aja bisa lo syukuri dan lo happy kayaka apaan tau, ntar Allah swt jadi makin happy ngasih lo hal yang gede. Karena lo udah tau cara mensyukuri hal yang kecil.

Ini juga catatan buat gue sendiri sih, biar gak ada sifat iri dengan kehidupan orang. dengan suksesnya orang yang ternyata definisi sukses itu sendiri beda-beda dari tiap orangnya. Jadi jangan menjadi orang yang IRI-an ya… 🙂

 

Friendship

Jujur Meski Sulit

Belajar lah untuk jujur sedari kecil, sedari awal, sedari dini. Jujurlah meskipun itu sakit, meskipun itu sulit, meskipun itu tak mengenakan. Karena penyesalan akan selalu datang diakhir cerita.

Jujurlah kepada siapapun yang engkau rasa harus berkata jujur. Dan yang lebih penting lagi, jujur lah kepada dirimu sendiri.

Ini kisah setahun yang lalu..

“Tak akan ada persahabatan antara pria dan wanita. Dua diantara nya pasti memiliki perasaan yang lebih. Tidak ada pertemanan yang murni antara pria dan wanita, ntah kamu yang menutupi perasaan itu, atau dia yang menutupi, bahkan mungkin kedua2nya yang menutupi” -aj-

Jujur itu sulit, bahkan bagi seseorang jujur kepada diri sendiri itu seperti hal yang tak pantas dilakukan karena malu. Malu kepada siapa? Kepada orang lain atau kepada diri sendiri juga? Ntahlah.. Hanya diri sendiri pula lah yang juga tau jawabannya.

Benar adanya, ketika penyesalan datang diakhir cerita maka tidak akan mampu lagi waktu untuk diputar meskipun hati sangat ingin.

Delapan tahun lebih menjalin persahabatan, menjalin hubungan komunikasi yang baik, berbagi hal dan pengalaman, tapi sama2 saling menyadari bahwa ada hal yang ditutupi. Ada hal yang tak tersampaikan, ada hal yang tak ingin diketahui orang lain, dan satu sama lain. Hingga pada akhirnya tak mampu terelakan kalimat penyesalan.

Waktu tinggal sebentar lagi menjelang hari penantianmu. Dan kita sudah terlalu lama kehilangan kontak disaat aku memasang foto dengan nya, kalimat terakhir mu adalah “semoga langgeng dan semoga bahagia” setelah itu, wusshh… Kontak mu hilang, menandakan aku telah di hapus. Bagiku aneh, ntah kenapa yang dulu gelar mu adalah teman berbagi ku, sahabat ku, tapi tiba2 melakukan kejanggalan.

Bagiku, aneh.. Tapi tidak bagi nya, ia memberikan penjelasan mengapa sikapmu seperti itu. Menanggapi itu aku bimbang, apa benar. Tapi aku abaikan.

Setelah lama kita tak tau kabar. Kita kembali bertemu di dunia maya. Hanya itu,tak ada lagi. Sekedar saja, secukupnya saja. Dan bertemu ketika ada ucapan untuk memberiku informasi bahwa hari penantian mu sudah tiba, dan kita bertemu.

Pertemuan itu aku ingat, tak ada yang berubah dari mu. Cuma hanya bertambah kikuk dan mati gaya ketika bertemu ku, dan berbicara dengan ku. Aneh? Iya.. Aneh, karena aku bukanlah orang lain kenapa sampai sebegitu kikuknya dirimu bertemu dengan ku. Bukankah kita teman main? Tapi ya sudah, karena mu aku pun juga jadi merasa aneh.

Semua sudah terlambat. Kejujuran yang terucap dari bibirmu sudah tak mampu merubah situasi dan kondisi saat ini. Waktu yang berjalan tidak mampu kembali lagi,maka jalani saja. Namun, pertanyaan besar bagi ku, kenapa kau baru jujur disaat hari bahagia mu sebentar lagi, dan apa maksud ucapan mu itu?

Kenapa bisa menyimpan perasaan selama delapan tahun lebih, tapi tak mampu menyimpan disaat kita bertemu dengan alasan memberikan bungkusan plastik itu. Lebih baik tidak diungkapkan dari pada ketika tau rasanya tak mengenakkan. Aku tau, jujur itu sulit, dan jujurlah meski menyakitkan.

Alasan takut jika aku marah, atau takut jika kita tak lagi mampu berbagi seperti sebelum ada perasaan,itu bukanlah alasan yang tepat. Tapi aku hargai semua kejujuran mu.

Sekarang kita sudah menemukan kebahagiaan satu sama lain, meskipun kita tak akan lagi berbagi cerita, tawa, canda, dan hal2 lain yang ternyata didalamnya mengandung percikan rasa bukan berarti kita melupakan lalu meniadakan. Sebuah pengakuan yang jujur, yang keluar dari hati adalah sebuah penghargaan pada diri sendiri. Seketika hal itu keluar maka akan terasa lega rasanya. Begitupun kita.

Aku tak marah dengan pengakuan mu, aku pun juga tak berani memungkiri jika hal ini akan terjadi karena sudah ada yang mengatakan kepadaku tapi aku malah memungkiri.

Aku yakin, semua sudah ada jalannya. Semua sudah ada ceritanya. Sekarang kita sudah kembali seperti dulu, aku berada dikota yang berbeda dengan mu, dan kita sudah tak lagi ada kabar. Persis beberapa tahun lalu, ntah karena sekaramg kita belajar untuk meniadakan,melupakan atau kita menikmati kebahagiaan dengan orang yang kia sendiri yang menentukan.

Selamat berbahagia buat kita. Seperti kalimat mu diakhir pertemuan kita, “kita terlalu takut jujur, kita takut kehilangan satu sama lain karena kita adalah sahabat, tapi kita bersembunyi di balik kata persahabatan, aku tak memungkiri bahwa kamu lah yang ku harap menjadi teman hidupku, denganmu aku nyaman, dengan mu aku bisa jadi diri sendiri, denganmu aku tak kehabisan kata, kau inspirasi ku. Aku menyayangi mu, aku ingin bertemu dengan dia, dia yang beruntung mendapatkan mu, dia yang akan bahagia denganmu, dia akan nyaman dengan mu, kau mampu membuat orang lain nyaman didekatmu. Kita tak bisa memmutar waktu, tapi jika bisa maka aku akan memutar waktu, dan mengucapkan hal ini. Tak usah lagi berkata menyesal, karena memang menyesal rasanya. Tapi sudahlah, terlambat. Ada hal yang lebih sakit dari pada patah hati, yaitu saling mencintai tapi tak saling tau

Aku telah bahagia, kamu pun begitu..

Terimakasih kita masih menjadi teman yang saling mendoakan untuk kebahagiaan kita, dan surga kita masing2..aamiin

Terimakasih telah jujur. Meski jujur itu sulit.

RG&RK

daily life

One year.

Hey..  Setahun sudah dari terakhir ngeupload tulisan di blog ini.  Sudah ngapain aja selama setahun?  Udh berapa banyak hal yang nyaris membludak di dalam otak ku utmntuk menuangkan semua nya disini.  Ditambah makin patah hati ketika tumblr udh di block oleh kominfo..

Tak kemana2 cuma aku sering saja mengupload celoteh kecil nya di edisi lebih mini blog, tumblr.  Cuma sekarang tumblr sedang trouble, alhasil aku harus kembali membuka halaman besar ini.  Menuangkan semua disini,  menceritakan semua hal besar yang telah kulakukan selama setahun terakhir.

Keep write vem! 😀😊